Lion Air Group Enggan Komentari Kenaikan Tarif Surat Muatan Udara

Kompas.com - 05/02/2019, 17:15 WIB
Ilustrasi logistikcybrain Ilustrasi logistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia ( Asperindo) mengeluhkan kenaikan tarif Surat Muatan Udara (SMU) yang diberlakukan maskapai penerbangan. Sebab, biaya yang mereka keluarkan cukup besar.

Menanggapi hal itu, manjemen Lion Air Group enggan memberi komentar dan penjelasan ihwal ini.

Kenaikan tarif SMU dianggap Asperindo akan berimbas pada operasional perusahaan pengiriman barang.

"Saya belum bisa memberikan keterangan saat ini terkait (kenaikan) tarif Surat Muatan Udara," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (5/2/2019).

Baca juga: Tarif SMU Naik, Asosiasi Jasa Pengiriman Indonesia Akan Sewa Pesawat

Dia menegaskan, sejauh ini dirinya belum bisa menyampaikan apapun terkait kenaikan tarif SMU. Ia berjanji, akan memberikan informasi atau perkembangannya jika sudah ada dasar secara resmi dan rinci.

"Pokoknya, terkait hal ini belum bisa memberikan keteragan dulu. Nanti kalau ada perkembangan akan kami sampaikan, kira-kira itu," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Asperindo sangat kenaikan tarif SMU yang diberlakukan maskapai penerbangan.

Karena itu, perusahaan yang tergabung dalam Asperindo berencana akan menghentikan kegiatan pengiriman barang lewat jalur udara sementara waktu.

"Nah, yang sangat kami sayangkan adalah kenaikan dilakukan beberapa kali," kata Ketua Umum Asperindo, Mohamad Feriadi ketika dihubungi Kompas.com, Senin (4/2/2019).

Baca juga: Asperindo Surati Maskapai dan Pemerintah Terkait Kenaikan Tarif SMU

Sejauh ini, rencana penghentian pengiriaman barang via kargo oleh anggota Asperindo ini akan dilakukan pad 7-9 Februari mendatang. Namun, keputusan ini belum resmi karena masih dalam tahap pembahasan.



Close Ads X