Kompas.com - 13/02/2019, 14:05 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong dalam acara Outlook Ekonomi dan Investasi Indonesia 2019 di kantor BKPM, Jakarta, Rabu (6/2/2019). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong dalam acara Outlook Ekonomi dan Investasi Indonesia 2019 di kantor BKPM, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong optimistis dengan kondisi perekonomian dan iklim investasi dalam negeri di 2019.

Dia mengatakan, secara historis, umumnya setelah mengalami tahun ketidakpastian yang cukup mengguncang perekonomian global dan dalam negeri, tahun berikutnya kondisi perekonomian akan memasuki tahap pemulihan.

“Kenapa saya cukup optimistis di tahun ini. Karena 2018 penuh distorsi sekali. Pilihan tema sunshine after the rain tepat sekali. Karena setiap kali ada penurunan cukup kenceng, ada recovery,” ungkap Thomas di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Dia menjelaskan, besarnya tekanan di 2018 disebabkan adanya salah perhitungan sehingga dunia gagal mengantisipasi kondisi ekonomi.

Tom mengatakan, pada pertemuan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di 2018 lalu, semua pelaku bisnis dan regulator begitu optimistis terhadap prospek perekonomian bahkan tak mengira akan terjadi perang dagang antara Amerika Serikat dengan berbagai negara sekutunya.

Pecahnya perang dagang Amerika Serikat dan China, kemudian diperparah dengan kebijakan bank sentral AS Federal Reserve yang agresif menekan pasar keuangan global. Aliran modal yang mengalir begitu deras di 2017 pun mengalir kembali ke pasar yang dianggap memberikan imbal hasil yang lebih menarik, yaitu Amerika Serikat.

Sehingga, untuk pertama kalinya dalam pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla, nilai investasi asing anjlok. Realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sepanjang 2018 turun 8,8 persen menjadi Rp 392,7 triliun. Sebelumnya realisasi PMA di 2017 tercatat senilai Rp 430,5 triliun. Meski demikian menurut Thomas kondisi tersebut juga terjadi hampir di seluruh dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sejalan di sekuruh dunia, data PBB, PMA di seluruh dunia turun 20 persen. Di BKPM investasi seperti huruf U. Kuartal I, II turun baru ketiga dan keempat naik lagi,” ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.