Kompas.com - 21/02/2019, 14:49 WIB
Jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia ketika memberikan paparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), Kamis (17/1/2019). Kompas.com/Mutia FauziaJajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia ketika memberikan paparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), Kamis (17/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7RRR) di angka 6 persen.

Keputusan itu diambil dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 20-21 Februari 2019. Pada Januari 2019, BI juga memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 6 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan  tersebut sejalan dengan komitmen BI untuk menjaga defisit transaksi berjalan di batas aman sesuai sasaran BI di angka 2,5 persen.

"Keputusan tersebut tetap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas eksternal, khususnya untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik," ujar Perry di gedung BI, Jakarta, Kamis (21/20/2019).

Baca juga: Gubernur BI: Suku Bunga Acuan Sudah Hampir Mencapai Puncaknya

Selain itu, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen, serta  suku bunga Lending Facility sebesar 6,75 persen. 

Perry mengatakan, BI terus menempuh strategi operasi moneter untuk meningkatkan ketersediaan likuiditas dalam mendorong pembiayaan perbankan. Ke depan, Bank Indonesia akan menempuh kebijakan makroprudensial yang akomodatif dan penguatan kebijakan sistem pembayaran dalam rangka memperluas pembiayaan ekonomi.

"Koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait juga terus dipererat untuk mempertahankan stabilitas ekonomi guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ke depan," kata Perry.

Sepanjang 2018, BI menaikkan suku bunga sebanyak enam kali atau 175 basis poin (bps). Kenaikan tersebut dipengaruhi kenaikan suku bunga bank sentral AS Federal Reserve yang cukup agresif sebanyak empat kali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.