BI Prediksi Suku Bunga The Fed Hanya Naik Satu Kali di 2019

Kompas.com - 23/02/2019, 13:28 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ketika memberikan paparan kepada awak media di depan Masjid BI, Jumat (28/12/2018). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIAGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ketika memberikan paparan kepada awak media di depan Masjid BI, Jumat (28/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan bank sentral AS Federal Reserve hanya akan menaikkan suku bunga Fed Fund Rate satu kali sepanjang 2019. Perkiraan ini berubah dari prediksi di 2018, yakni dua hingga tiga kali.

"Fed Fund Rate akan lebih rendah, yang semula tiga kali, kemudian kota turunkan dua kali, kemudian kita perkirakan hanya naik satu kali," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Perry mengatakan, prediksi tersebut disimpulkan dari kondisi ekonomi global yang melambat. Selain itu, ketidakpastian pasar keuangan global diyakini juga berkurang.

Baca juga: Gubernur The Fed: Alasan Untuk Menaikkan Suku Bunga Semakin Lemah

Indikatornya antara lain pertumbuhan ekonomi AS yang diproyeksi melambat dari 2,9 persen menjadi 2,7 persen. Penyebabnya antara lain terbatasnya stimulus fiskal, permasalahan struktural tenaga kerja, dan menurunnya keyakinan pelaku usaha.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Eropa juga diperkirakan melambat.

"Antara lain dipengaruhi oleh berlanjutnya permasalahan struktural ekonomi dan keuangan, pelemahan ekspor dan dampak ketidakpastian penyelesaian masalah Brexit," kata Perry.

Baca juga: Belum Akan Naikkan Suku Bunga Acuan, The Fed Masih Wait and See

Di saat yang sama, ekonomi China tumbuh melambat seiring pelambatan ekonomi global. Penyebabnya yakni melemahnya ekspor akibat ketegangan perdagangan dengan AS serta melambatnya permintaan domestik sebagai dampak proses deleveraging yang masih berlangsung.

Sejalan dengan prospek pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat, harga komoditas global diprakirakan menurun.

"Termasuk harga minyak dunia, serta normalisasi kebijakan moneter di negara maju yang cenderung tidak seketat perkiraan semula dan ketidakpastian di pasar keuangan global yang berkurang," kata Perry.

Baca juga: The Fed Akhirnya Naikkan Suku Bunga Acuan

Perry menambahkan, perkembangan ekonomi dan keuangan global tersebut di satu sisi memberikan tantangan dalam mendorong ekspor.

"Namun, di sisi lain meningkatkan aliran masuk modal asing ke negara berkembang, termasuk Indonesia," lanjut dia.

Diketahui, sepanjang 2018, The Fed sudah empat kali menaikkan suku bunga. Langkah tersebut disikapi BI dengan menaikkan juga suku bunga cadangan. Sepanjang 2018, BI telah menaikan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebanyak enam kali, naik 175 bps dari 4,5 persen menjadi 6 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X