Ini Keuntungan BCA Kerja Sama dengan Alipay dan Wechat Pay

Kompas.com - 23/02/2019, 18:38 WIB
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja di ICE, Serpong, Tangerang, Jumat (9/2/2018). KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTOPresiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja di ICE, Serpong, Tangerang, Jumat (9/2/2018).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com -  PT Bank Central Asia Tbk tengah menggodok kerja sama dengan penyedia jasa pembayaran digital atau e-wallet asal China, Alipay dan WeChat Pay.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, kerja sama tersebut memudahkan turis dari China yang berkunjung ke Indonesia untuk belanja di sejumlah merchant. Dengan catatan, merchant tertentu yang menjadi mitra BCA.

"Mereka bisa belanja dengan Alipay atau Wechatpay, dipotong dananya, masuk ke BCA. Nanti kita kasih dananya ke merchant," ujar Jahja di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (23/2/2019).

Baca juga: BCA Buka Kesempatan Kerja Sama dengan WeChat Pay dan AliPay

Dengan kerja sama tersebut, kata Jahja, BCA akan melakukukan bagi hasil dengan e-wallet asal China tersebut. Kesepakatan itu yang masih dibahas antara kedua pihak.

Menurut Jahja, dengan mengekspansi akses pembayaran digital, justru akan menguntungkan perbankan. Dengan transaksi tunai, maka bank harus menyiapkan uang banyak untuk ditarik nasabah.

Pembayaran nontunai akan membantu bank lebih efisien dari segi penyimpanan uang tunai.

"Bagi kita cash itu duit mati. Maka kita mendorong cash beralih ke wallet," kata Jahja.

Baca juga: Bank Besar Siapkan Kerja Sama dengan WeChat dan Alipay

Bank Indonesia (BI) sebelumnya mendorong bank nasional untuk bekerja sama dengan WeChat dan AliPay. Hal ini bertujuan untuk memfasilitasi para wisatawan mancanegara (wisman) dalam bertransaksi.

Ini khususnya bagi wisman asal China yang menjadi penyumbang terbanyak kedatangan wisman ke Indonesia.

Sebab, sebelumnya, transaksi melalui WeChat dan AliPay oleh turis asal China sudah marak di Bali. Namun, karena transaksi yang dilakukan dilakukan dengan sistem pembayaran asing yang belum dilegalisir oleh pemerintah, devisa yang seharusnya disumbangkan oleh turis China tersebut jadi tidak masuk ke dalam negeri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Whats New
Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Whats New
Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Whats New
Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Whats New
Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Rilis
Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Whats New
Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Whats New
Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Whats New
Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Whats New
InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

Rilis
Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Whats New
Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Whats New
Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Whats New
GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.