Rupiah akan Tetap Stabil Sebelum dan Sesudah Pemilu

Kompas.com - 28/02/2019, 16:16 WIB
Ilustrasi rupiah iStockphoto/danikancilIlustrasi rupiah

Beberapa analis memprediksi kemungkinan rupiah terus naik meski ada sentimen ketidakpastian akibat kondisi ekonomi di Amerika dan China. Pada akhir Januari, rupiah kembali ke angka Rp 14.000 per dollar AS.

Menteri Keuangan Sri Mulyani melihat, perkembangan positif pada ekonomi Indonesia telah memicu para investor untuk memilih Indonesia dibandingkan negara berkembang yang lain.

Dia menyatakan, penerimaan pajak pada akhir 2018 lebih tinggi dibanding perolehan pajak pada periode yang sama pada 2017 dan ini merupakan sentimen positif yang berdampak pada penguatan rupiah.

Bagaimana gerakan rupiah dua bulan ke depan?

Saya optimistis rupiah akan cukup stabil pada kisaran Rp 14.000 per dollar AS pada beberapa bulan ke depan. Ada tiga alasan utama yang mendasari perkiraan ini.

Pertama, Indonesia mempunyai catatan yang baik dalam penyelenggaraan pemilu yang damai. Saya percaya hal serupa akan terjadi pada pemilu tahun ini. Kestabilan iklim politik berkontribusi signifikan terhadap kestablian nilai tukar rupiah.

Kedua, dalam waktu dekat, kecil kemungkinan The Fed menaikkan suku bunganya. Hal ini seiring dengan perkembangan di Amerika yang tidak lagi mengalami kenaikan inflasi tinggi pada kuartal pertama 2019.

Ketiga, komitmen Bank Indonesia untuk mengintervensi nilai tukar rupiah melalui penjualan cadangan devisa juga akan menahan pergerakan rupiah di level yang baik.

Rupiah dan pemilu

Jokowi sebagai calon presiden incumbent akan diuntungkan bila rupiah stabil. Pelemahan mata uang sering menimbulkan sentimen negatif dan dianggap sebagai kemerosotan ekonomi suatu negara.

Penguatan rupiah juga akan menguntungkan posisi utang pemerintah Indonesia. Hal ini akan membantu Jokowi dalam menanggapi argumentasi Prabowo mengenai kenaikan utang pemerintah.

Semua mata di Indonesia akan tertuju ke acara-acara debat presiden yang diselenggarakan menjelang pemilu. Saya menunggu babak terakhir dalam debat presiden dengan penuh antisipasi. Debat tersebut akan menyoroti isu-isu ekonomi di Indonesia.

Artikel ini ditayangkan atas kerja sama Kompas.com dan The Conversation Indonesia dari artikel asli berjudul "Rupiah akan tetap stabil menjelang dan sesudah pemilu 17 April".

Tommy Soesmanto
Lecturer, Economics and Business Statistics, Griffith Business School. Tommy is also affiliated with the APEC Study Centre, Griffith University

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X