Terungkap, Ini Pertanyaan Paling Berbahaya Saat Wawancara Kerja - Kompas.com

Terungkap, Ini Pertanyaan Paling Berbahaya Saat Wawancara Kerja

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 14/01/2018, 13:23 WIB
Ilustrasi wawancara kerjaDok. Jobplanet Ilustrasi wawancara kerja

JAKARTA, KOMPAS.com — Anda sudah melewati setiap tahap wawancara kerja dengan baik. Namun, ketika Anda sudah sampai di pengujung tahapan dan tampaknya hasilnya akan memuaskan, pertanyaan paling berbahaya saat proses wawancara kerja justru kerap muncul.

Lalu, apa sebenarnya pertanyaan yang paling berbahaya tersebut? Ternyata, pertanyaannya adalah "Berapa gaji Anda pada pekerjaan sebelumnya?"

Sejumlah pakar negosiasi biasanya akan menyarankan Anda untuk menghindari pertanyaan itu apa pun alasannya. Akan tetapi, apakah benar pertanyaan soal sejarah gaji harus dihindari?

The Balance, seperti dikutip pada Minggu (14/1/2018), menyatakan bahwa sejumlah negara bagian di AS bahkan melarang perusahaan-perusahaan bertanya tentang sejarah gaji kandidat yang diwawancara. Tujuannya adalah untuk menghindari kesenjangan gaji antara pria dan wanita.

Baca juga: Kata Bill Gates, Orang Seperti Ini yang Akan Sukses dalam Pekerjaan

Namun, sebenarnya Anda tak perlu menghindari pertanyaan ini. Ambillah sejumlah langkah diplomatis agar pertanyaan berbahaya ini pada akhirnya akan terjawab dengan memuaskan.

Pertama, sebelum melamar kerja, jangan sungkan untuk mencari tahu tentang nilai pasar pekerjaan ini.

"Bukan tentang nilai Anda, tapi nilai pekerjaan yang akan Anda lamar," ujar Katie Donovan, seorang pakar negosiasi.

Setelah Anda tahu nilai pasar pekerjaan ini, kemudian bandingkan dengan keahlian dan pengalaman yang Anda miliki. Jangan pula bandingkan dengan pekerjaan sebelumnya karena pasti nilai pasarnya sudah berbeda dengan ketika Anda lamar.

Ketika Anda melamar kerja secara daring, jika Anda bisa melewatkan pertanyaan soal gaji, lewatkanlah. Namun, jika pertanyaan itu wajib dijawab, isilah dengan banyak angka nol.

Dengan demikian, Anda bisa mendiskusikannya dengan pihak perusahaan saat sesi wawancara. Jangan dengan mudah mengisi kolom gaji dengan angka yang tinggi atau berbohong.

"Orang-orang suka menginflasikan dan ini adalah risiko. Jika mereka tahu Anda berbohong, ini menjadi alasan untuk membatalkan penawaran pekerjaan itu," ungkap Donovan.

Baca juga: Pada 2030, Sebanyak 375 Juta Pekerjaan Digantikan Mesin

Saat sesi wawancara, jauhkan diskusi dari topik soal sejarah gaji Anda. Sebaliknya, diskusikan riset yang telah Anda lakukan soal gaji yang akan ditawarkan.

Cara lain adalah dengan melempar balik pertanyaan soal gaji. Menurut Rachel Bitte, chief people officer di Jobvite, tidak ada salahnya Anda menjadikan pertanyaan itu sebagai bumerang bagi perusahaan.

"Hanya karena Anda diajukan pertanyaan itu, jangan sungkan untuk bertanya balik. Ini tidak akan membuat perusahaan tersinggung. Katakan, 'Anda tahu posisi ini, perusahaan ini, dan saya sebagai individu, bagaimana pendapat Anda?'" sebut Bitte.

Jika Anda bingung menjawab pertanyaan soal gaji, jangan pula langsung menjawab. Bitte menuturkan, tidak ada salahnya Anda mempertimbangkan terlebih dahulu dan utarakan ini kepada perusahaan.

"Jika Anda bingung dan berpikir (diskusi) ini tidak akan berjalan dengan baik, katakan bahwa Anda mau mempertimbangkan dulu, lalu sangat menantikan diskusi selanjutnya," saran Bitte.

Bisa juga pembicaraan soal gaji dilakukan melalui sambungan telepon sehingga, kata Bitte, Anda tidak terlihat gugup atau tegang, pun biasanya pembicaraan akan berlangsung lebih efektif.


PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorErlangga Djumena
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM