Selama Pekerja JICT Mogok, Bongkar Muat Dialihkan ke 4 Terminal

Kompas.com - 06/08/2017, 15:30 WIB
Suasana tidak adanya aktivitas bongkar muat di terminal peti kemas Koja milik PT Jakarta International Container Terminal (JICT) selama aksi mogok kerja yang dilakukan serikat pekerja JICT di Jakarta, Kamis (3/8). Sebanyak 650 pegawai JICT melakukan mogok kerja terkait perpanjangan kontrak JICT yang dianggap melanggar peraturan, sehingga mengakibatkan kerugian perusahaan yang diperkirakan mencapai Rp200 miliar. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama/17 ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJASuasana tidak adanya aktivitas bongkar muat di terminal peti kemas Koja milik PT Jakarta International Container Terminal (JICT) selama aksi mogok kerja yang dilakukan serikat pekerja JICT di Jakarta, Kamis (3/8). Sebanyak 650 pegawai JICT melakukan mogok kerja terkait perpanjangan kontrak JICT yang dianggap melanggar peraturan, sehingga mengakibatkan kerugian perusahaan yang diperkirakan mencapai Rp200 miliar. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama/17
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jakarta lntematlonal Container Terminal (JICT) memastikan kegiatan bongkar muat dan arus barang tak terganggu selama pekerja JICT melakukan aksi mogok sejak Kamis (3/8/2017) lalu.

Wakil Direktur Utama PT JICT Riza Erivan menjelaskan, kegiatan bongkar muat dialihkan ke empat terminal lainnya.

Perusahaan memindahkan layanan sekitar 20 kapal per minggu yang seharusnya bongkar muat di JICT, ke terminal tetangga.

"Seperti ke New Priok Container Terminal One (NPCT1), Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Terminal Mustika Alam Lestari (MAL), dan Terminal Peti Kemas (TPK) Koja," kata Riza, kepada wartawan, dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Minggu (6/8/2017).

Selama ini, PT JlCT menangani sekltar 42 persen dari total bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok. Melalui pengalihan kegiatan bongkar muat, pihak manajemen berharap workload yang ada di terminal-terminal sekitar JICT akan semakin berkurang.

"Sehingga akan lebih melancarkan kegiatan arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok," kata Riza. (Baca: JICT Klaim Sudah Bayarkan Bonus Rp 47 Miliar kepada Para Pegawai)

Riza mengatakan, direksi PT JICT didukung oleh para pemegang kepentingan di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok.

Seperti PT Pelindo II, Kementerian Perhubungan otoritas pelabuhan, Bea Cukai, Polsek Tanjung Priok, Hutchinson Port, dan lain-lain.

"Kami mohon maaf dan sekaligus berterima kasih kepada pelanggan kami, baik dari sisi laut pelayaran dengan asosiasi maupun pelanggan di sisi darat eksportir importir bersama asosiasinya atas ketidaknyamanan mogok kerja ini," kata Riza.

Sebelumya, aktivitas PT JICT lumpuh total akibat aksi mogok yang dilakukan pekerjanya sejak Kamis (3/8/2017) pukul 07.00 WIB. (Baca: Lebih dari 650 Pegawai JICT Mogok Kerja)

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.