Melaut Gunakan Gas Lebih Hemat, Nelayan Kini Bisa Menabung

Kompas.com - 08/09/2017, 12:00 WIB
Pekerja mengisi LPG ke tabung Elpiji ukuran tiga kilogram di Depot LPG Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (28/7/2017). Depot LPG milik PT Pertamina (Persero) yang berada di wilayah Marketing Operation Region III Jawa Bagian Barat tersebut mampu mendistribusikan sebanyak 3250 Metric Ton per harinya dengan berbagai jenis produk seperti Elpiji, Bright Gas, Vi-Gas, HAP Series (propellant ramah lingkungan), dan Musicool (refrigerant hidrokarbon ramah lingkungan). ANTARA FOTO/Widodo S JusufPekerja mengisi LPG ke tabung Elpiji ukuran tiga kilogram di Depot LPG Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (28/7/2017). Depot LPG milik PT Pertamina (Persero) yang berada di wilayah Marketing Operation Region III Jawa Bagian Barat tersebut mampu mendistribusikan sebanyak 3250 Metric Ton per harinya dengan berbagai jenis produk seperti Elpiji, Bright Gas, Vi-Gas, HAP Series (propellant ramah lingkungan), dan Musicool (refrigerant hidrokarbon ramah lingkungan).
|
EditorAprillia Ika

DEMAK, KOMPAS.com - Nelayan kecil di wilayah Demak, Jawa Tengah mendapatkan bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui PT Pertamina (Persero) berupa konventer kit, mesin kapal, dan dua tabung gas elpiji 3 kilogram.

Adapun program tersebut merupakan upaya pemerintah melaksanakan program Konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG). Pada kesempatan tersebut 513 nelayan skala kecil tampak semringah menerima paket bantuan dari pemerintah.

Senyum haru bahagia tampak di wajah ratusan nelayan kecil yang menggantungkan mata pencahariannya pada laut.

Matriman, nelayan asal Desa Bedono, Sayung, Demak, Jawa Tengah, bercerita dengan lantang di depan pejabat daerah, Kementerian ESDM, hingga Pertamina.

Matriman mengungkapkan, dirinya sudah menggunakan kapal berbahan bakar gas sejak satu tahun lalu setelah mendapatkan bantuan paket konverter kit pada periode satu tahun lalu.

(Baca: Nelayan Gunakan Elpiji, Pemerintah Jamin Pasokan Elpiji Lancar)

 

Menurutnya, menggunakan gas sebagai bahan bakar kapal untuk melaut lebih irit biaya bahan bakar dibandingkan dengan menggunakan BBM.

"Kalau untuk bensin sekali melaut biaya keluar Rp 25.500 sampai Rp 34.000 untuk 3 sampai 4 liter bensin per hari. Kalau gas hanya Rp 38.000 untuk 2 tabung 3 kilogram, dan bisa dipakai 3 sampai 4 hari," ujarnya di Morodemak, Demak, Jawa Tengah, Kamis (7/8/2017).

Uniknya, Matriman mengatakan, selain lebih irit, kini dirinya bisa menyisihkan uang keperluan bahan bakar untuk menabung, yang dulunya belum terpikirkan saat menggunakan BBM.

"Karena ini saya jadi bisa menabung, Alhamdulillah punya tabungan buat anak istri, kalau dulu enggak," ungkapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Merosot 20 Dollar AS, Harga Emas Turun ke Level Terendah 11 Bulan

Merosot 20 Dollar AS, Harga Emas Turun ke Level Terendah 11 Bulan

Whats New
Sri Mulyani Sebut Tingkat Konsumsi 30 Persen Penduduk Termiskin RI Sudah Berangsur Pulih

Sri Mulyani Sebut Tingkat Konsumsi 30 Persen Penduduk Termiskin RI Sudah Berangsur Pulih

Whats New
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik hingga Juni 2021 Tidak Naik, Ini Rinciannya

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik hingga Juni 2021 Tidak Naik, Ini Rinciannya

Whats New
Mau Bisnis Makanan? Simak Dulu 7 Tips Ini

Mau Bisnis Makanan? Simak Dulu 7 Tips Ini

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Tarif Listrik PLN Periode April-Juni 2021 |  Kekayaan Elon Musk Hilang Rp 378 Triliun

[POPULER MONEY] Tarif Listrik PLN Periode April-Juni 2021 | Kekayaan Elon Musk Hilang Rp 378 Triliun

Whats New
Di Depan Ratu Belanda, Sri Mulyani Paparkan Masalah Kesenjangan Akses Keuangan Perempuan RI

Di Depan Ratu Belanda, Sri Mulyani Paparkan Masalah Kesenjangan Akses Keuangan Perempuan RI

Whats New
Contoh Daftar Riwayat Hidup dengan Format yang Baik dan Benar

Contoh Daftar Riwayat Hidup dengan Format yang Baik dan Benar

Work Smart
Amankan Pasokan Bawang Merah Saat Lebaran, Sang Hyang Seri Gandeng PT Alami Orion Agrotama

Amankan Pasokan Bawang Merah Saat Lebaran, Sang Hyang Seri Gandeng PT Alami Orion Agrotama

Whats New
Simulasi KPR di 4 Bank BUMN, Mudah dan Akurat

Simulasi KPR di 4 Bank BUMN, Mudah dan Akurat

Spend Smart
Bisnis Resto Terempas, Virtual Dining Concept Sebuah Solusi?

Bisnis Resto Terempas, Virtual Dining Concept Sebuah Solusi?

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Tips Membeli Rumah Pertama | Aspek Penting Membangun Tangga di Hunian Kecil | Mengenali Tanda Serangan Rayap di Rumah

[KURASI KOMPASIANA] Tips Membeli Rumah Pertama | Aspek Penting Membangun Tangga di Hunian Kecil | Mengenali Tanda Serangan Rayap di Rumah

Rilis
Ekonom: Kalau Enggak Mau Kebanjiran Impor, Jangan Ikut Kerja Sama Dagang!

Ekonom: Kalau Enggak Mau Kebanjiran Impor, Jangan Ikut Kerja Sama Dagang!

Whats New
Waskita dan HK Siap Lepas Ruas Tol yang Dikelola untuk LPI

Waskita dan HK Siap Lepas Ruas Tol yang Dikelola untuk LPI

Whats New
BGR Logistic Gandeng KAI untuk Optimalkan Layanan Logistik dan Pergudangan

BGR Logistic Gandeng KAI untuk Optimalkan Layanan Logistik dan Pergudangan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X