Masyarakat Diminta Tak Isi Ulang Uang Elektronik di Gerbang Tol

Kompas.com - 23/10/2017, 12:31 WIB
Petugas memperlihatkan kartu uang elektronik yang dibagikan secara cuma-cuma di gerbang pintu tol Jagorawi Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (16/10/2017). Sebanyak 1,5 juta uang elektronik akan dibagikan gratis mulai 16 Oktober hingga 31 Oktober 2017. Masyarakat cukup membayar saldonya saja. Pembebasan biaya kartu ini bertujuan untuk meningkatkan penetrasi pembayaran nontunai di gerbang tol sampai 100 persen. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/kye/17. ANTARAFOTO/Yulius Satria WijayaPetugas memperlihatkan kartu uang elektronik yang dibagikan secara cuma-cuma di gerbang pintu tol Jagorawi Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (16/10/2017). Sebanyak 1,5 juta uang elektronik akan dibagikan gratis mulai 16 Oktober hingga 31 Oktober 2017. Masyarakat cukup membayar saldonya saja. Pembebasan biaya kartu ini bertujuan untuk meningkatkan penetrasi pembayaran nontunai di gerbang tol sampai 100 persen. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/kye/17.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada 31 Oktober 2017, seluruh transaksi pembayaran di gerbang tol dilakukan secara nontunai dengan menggunakan kartu uang elektronik (e-payment).

Oleh karena itu, masyarakat diminta segera menyesuaikan dan mempersiapkan diri atas kebijakan baru itu.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna menyatakan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, akan disediakan fasilitas pengisian ulang saldo (top up) uang elektronik di area tol. Fasilitas itu disediakan di area rehat (rest area) dan beberapa gerbang tol.

Meskipun demikian, masyarakat diminta untuk tidak melakukan pengisian ulang saldo di gerbang tol. Pasalnya, hal ini dikhawatirkan bakal menimbulkan antrian kendaraan.

"Diimbau untuk top up di lokasi-lokasi outlet seperti Indomaret, Alfamart, merchant, dan bank masing-masing seperti ATM atau e-banking," kata Herry dalam konferensi pers di Bank Indonesia (BI), Senin (23/10/2017).

Herry menjelaskan, idealnya top up dilakukan di luar gerbang tol, antara lain di merchant atau di fasilitas milik bank, seperti ATM dan e-banking. Pengisian ulang saldo di gerbang tol, imbuh dia, akan menyebabkan antrian.

Namun demikian, Herry menyatakan bakal tetap disediakan fasilitas top up di rest area dan beberapa gardu tol. Selain itu, fasilitas top up juga diharapkan tersedia juga di pompa bensin.

"(Elektronifikasi) tujuannya mengurangi antrian. Ke depan diimbau (pengguna tol) persiapan dulu, sebelum bepergian sudah isi dan cek (saldo)," ujar Herry.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani menuturkan, selama masa transisi ini masih ada beberapa kendala dalam pembayaran di gerbang tol secara nontunai.

Ia menyebut, masih banyak yang bertanya-tanya, mengobrol, atau malah belum menyiapkan kartu uang elektronik di gerbang tol.

Praktik-praktik tersebut malah membuat antrian di gerbang tol bertambah panjang. Padahal, elektronfikasi pembayaran dimaksudkan untuk menurunkan antrian dan meningkatkan kecepatan transaksi hingga dua pertiganya.

"Kami minta ke masyarakat untuk ubah kebiasaan, siap dengan uang elektronik dan pulsanya (saldo). Tambahan sekian detik percakapan di gardu akan dengan cepat membuat antrian di belakang dan menyulitkan pengguna jalan yang lain," jelas Desi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X