Dampak Erupsi Gunung Agung ke Bisnis Hotel Lebih Parah Dari Bom Bali

Kompas.com - 11/12/2017, 18:33 WIB
Pramusaji menyiapkan makanan untuk wisatawan saat asap putih terembus dari kawah Gunung Agung terlihat dari Amed, Karangasem, Bali, Kamis (7/12/2017). Gunung Agung yang berada dalam status level IV atau awas kembali mengembuskan asap putih tebal dari kawahnya.  ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK APramusaji menyiapkan makanan untuk wisatawan saat asap putih terembus dari kawah Gunung Agung terlihat dari Amed, Karangasem, Bali, Kamis (7/12/2017). Gunung Agung yang berada dalam status level IV atau awas kembali mengembuskan asap putih tebal dari kawahnya.
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyebutkan pemesanan hotel (reservasi) di Bali turun akibat adanya erupsi Gunung Agung

Bahkan, lanjut dia, penuruan pemesanan hotel akibat Gunung Agung lebih parah, dibandingkan penurunan pemesanan hotel akibat bom Bali. 

"Yang jelas di Bali (pemesanan hotel) cukup memprihatinkan. Dan jauh lebih berat dibandingkan bom Bali," kata dia, di Jakarta, Senin (11/12/2017). 

Pengusaha yang juga merangkap sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia ini menuturkan, penurunan tersebut lebih disebabkan oleh penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. 

Baca juga : Erupsi Gunung Agung Sebabkan Efek Domino Delay Penerbangan Garuda Indonesia

Menurut dia, penutupan bandara tersebut sangat mempengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung ke Bali yang mana imbasnya juga kepada hotel. 

"Kalau ditutup itu problem banget. Karena tidak gampang untuk meyakinkan wisatawan asing, mereka kan mau nyari aman, tetapi Gunung Agung tidak bisa diprediksikan. Dan ini sangat menyulitkan bagi teman-teman di Bali," jelas dia. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, Hariyadi belum mengatahui berapa nilai penurunan pemesanan akibat erupsi Gunung Agung. Sebab, pihaknya belum mendapat laporan secara rinci dari pengusaha hotel di Bali terkait jumlah penurunan pemesanan. 

"Masih belum tahu persis, karena masih buka tutup. Ya di bawah 50 persen bisa. Kalau buka tutup repot kalau orang masuk," pungkas dia. 

Kompas TV Gubernur Bali kembali menegaskan, wisata di Bali aman untuk dikunjungi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.