BPH Migas: 2018 Ada 54 Penyalur BBM Satu Harga yang Beroperasi

Kompas.com - 09/01/2018, 16:35 WIB
(ki-ka) Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik; Menteri ESDM Ignasius Jonan; Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa; serta Presiden Direktur PT AKR Corporindo dalam konferensi pers di gedung ESDM KOMPAS.com/Yoga Hastyadi Widiartanto(ki-ka) Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik; Menteri ESDM Ignasius Jonan; Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa; serta Presiden Direktur PT AKR Corporindo dalam konferensi pers di gedung ESDM
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menarget bisa mewujudkan 54 Lembaga Penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di wiayah terdepan, terluar dam terpencil (3T) pada 2018 ini.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan bahwa dari total tersebut, sejumlah 50 Lembaga Penyalur akan dibangun oleh PT Pertamina (Persero) dan 4 sisanya dibangun oleh PT AKR Corporindo.

"2018 ini akan ada 54 penyalur, jadi yang 50 dari Pertamina dan 4 dari AKR Corporindo," ujar pria yang akrab disapa Ifan itu di Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pemerintah sendiri menargetkan bisa membangun total 159 penyalur BBM Satu Harga di seluruh Indonesia pada akhir 2019 mendatang.

Baca juga : Pertamina dan AKR Ditunjuk untuk Distribusikan BBM Jenis Tertentu

Sementara itu, menurut Ifan, seoanjang tahun 2017 telah berhasil dibangun 57 Lembaga Penyalur. Pembangunan tersebut dinilai melebihi target awal yang hanya 54 Lembaga Penyalur.

"Untuk BBM satu harga kami melampaui target, awalnya 54 tapi kita bisa 57 di daerah 3T. 54 di antaranya didirikan oleh Pertamina. Sedangkan 3 sisanya didirikan oleh AKR," imbuhnya.

Program BBM satu harga membuat masyarakat daerah 3T bisa membeli BBM dengan harga Rp 6.450 per liter untuk Premium dan Rp 5.150 per liter untuk Solar.

Sebelum adanya program ini, masyarakat daerah tersebut mesti mengeluarkan Rp 7.000 hingga Rp 100.000 untuk membeli BBM per liter.

Baca juga : BPH Migas Buka Peluang untuk Swasta yang Ingin Salurkan BBM

Kompas TV Selain mengurangi dampak aroma tidak sedap, pengolahan sampah juga membantu meringankan beban warga.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kilang Pertamina Berulang Kali Kebakaran, Ini Kata Erick Thohir

Kilang Pertamina Berulang Kali Kebakaran, Ini Kata Erick Thohir

Whats New
Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Whats New
Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Spend Smart
Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.