Kompas.com - 13/02/2018, 17:55 WIB
Ilustrasi. Bank BTN KONTAN/ BaihakiIlustrasi. Bank BTN

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak cukup lama, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berencana melakukan spin off terhadap unit usaha syariah (UUS) perseroan, yakni BTN Syariah. Lalu, bagaimana kelanjutan rencana tersebut?

Sekadar informasi, spin off adalah perubahan bentuk dari UUS menjadi bank umum syariah (BUS). Meski mencatatkan kinerja keuangan yang amat baik, namun hingga saat ini status BTN Syariah masih berupa UUS.

Direktur BTN R Mahelan Prabantarikso menjelaskan, kelanjutan rencana spin off UUS BTN masih menunggu proses penataan kembali yang dilakukan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Saat ini, Kementerian BUMN memiliki rencana untuk penataan anak-anak perusahaan syariah yang dimiliki oleh perusahaan pelat merah.

Baca juga : BTN Syariah Luncurkan Aplikasi Perbankan Digital Khusus Santri

"BTN kemungkinan akan dievaluasi, apakah digabungkan dengan perusahaan syariah lainnya," kata Mahelan di Menara BTN, Selasa (13/2/2018).

Dengan demikian, imbuh Mahelan, saat ini BTN memutuskan untuk menunda proses spin off UUS perseroan. Penundaan dilakukan hingga ada kejelasan mengenai holding industri keuangan yang dilakukan Kementerian BUMN.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Maksimal diperkirakan pada tahun 2020," tutur Mahelan.

Kinerja BTN Syariah

BTN Syariah sendiri mencatat laba bersih sebesar Rp 482,19 miliar per Desember 2017. Capaian tersebut tumbuh 27,76 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 377,42 miliar.

Perolehan laba bersih disumbang oleh penyaluran pembiayaan yang tumbuh 26,46 persen (yoy) dari Rp 14,22 triliun pada akhir tahun 2016 menjadi Rp 17,98 triliun pada tahun 2017.

Baca juga : Cari Rumah? Cek di Portal Baru BTN Rumahmurahbtn.com

 

Sementara itu, aset BTN Syariah tercatat sebesar Rp 23,39 triliun pada tahun 2017, tumbuh 29,08 persen (yoy) dibandingkan Rp 18,12 triliun pada tahun sebelumnya.

Sepanjang tahun 2017, BTN Syariah pun menghimpun dana masyarakat senilai Rp 18,75 triliun, naik 24,78 persen (yoy) dari Rp 15,03 triliun pada tahun sebelumnya.

Rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) tercatat sebesar 0,95 persen (gross) pada tahun 2017 dibandingkan 1,01 persen pada tahun 2016.

Kompas TV Segmen pembiayaan perumahan tengah menjadi idola perbankan syariah.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Resmikan Pusat Industri Digital 4.0, Apa Itu?

Pemerintah Resmikan Pusat Industri Digital 4.0, Apa Itu?

Whats New
Erick Thohir Sebut Putusan MK soal UU Cipta Kerja Berdampak Minim ke BUMN

Erick Thohir Sebut Putusan MK soal UU Cipta Kerja Berdampak Minim ke BUMN

Whats New
Sri Mulyani: Wanita sampai UMKM Rentan Terjebak Pinjol Ilegal

Sri Mulyani: Wanita sampai UMKM Rentan Terjebak Pinjol Ilegal

Whats New
Airlangga Sebut Industri Kelapa Sawit Bisa Pertahankan 16,2 Juta Tenaga Kerja Selama Pandemi

Airlangga Sebut Industri Kelapa Sawit Bisa Pertahankan 16,2 Juta Tenaga Kerja Selama Pandemi

Whats New
Sri Mulyani Sebut Pinjol Ilegal Lintah Darat Berteknologi Digital

Sri Mulyani Sebut Pinjol Ilegal Lintah Darat Berteknologi Digital

Whats New
Aplikasi IPOT Error Akibat Gedung Cyber Kebakaran, Dana Nasabah Dipastikan Aman

Aplikasi IPOT Error Akibat Gedung Cyber Kebakaran, Dana Nasabah Dipastikan Aman

Whats New
Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Informal

Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Informal

Whats New
Kemenkop UKM Pastikan BPUM Digunakan Untuk Sektor Produktif

Kemenkop UKM Pastikan BPUM Digunakan Untuk Sektor Produktif

Rilis
Pameran Bisnis Waralaba dan Lisensi IFRA Hybrid Diperpanjang hingga 12 Desember 2021

Pameran Bisnis Waralaba dan Lisensi IFRA Hybrid Diperpanjang hingga 12 Desember 2021

Whats New
Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan, Lewat Aplikasi hingga Browser

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan, Lewat Aplikasi hingga Browser

Whats New
 IHSG Ditutup Menguat Sore Ini, Rupiah Masih Melemah

IHSG Ditutup Menguat Sore Ini, Rupiah Masih Melemah

Whats New
Asuransi, Investasi, dan Dana Darurat, Mana yang Harus Diprioritaskan Lebih Dulu?

Asuransi, Investasi, dan Dana Darurat, Mana yang Harus Diprioritaskan Lebih Dulu?

Spend Smart
Rincian UMK Kota Bandung 2022 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Rincian UMK Kota Bandung 2022 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Whats New
Instrumen Pasar Modal: Pengertian, Jenis, dan Lembaga Penunjangnya

Instrumen Pasar Modal: Pengertian, Jenis, dan Lembaga Penunjangnya

Earn Smart
Cuma 5 Menit, Cara Mengisi Token Listrik di PLN Mobile

Cuma 5 Menit, Cara Mengisi Token Listrik di PLN Mobile

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.