Transparansi Jadi Hambatan Perusahaan Melantai di Bursa

Kompas.com - 20/02/2018, 14:17 WIB
Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani di Kantor Apindo Jakarta, Selasa (20/12/2016). KOMPAS.com/Pramdia Arhando JuliantoKetua Umum Apindo Haryadi Sukamdani di Kantor Apindo Jakarta, Selasa (20/12/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan, pihaknya terus mendorong anggotanya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saat ini, Apindo memiliki lebih dari 14.000 perusahaan yang menjadi anggota.

Hariyadi menuturkan, Apindo pun melakukan sosialisasi kepada para anggota mengenai peluang untuk melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering ( IPO) di BEI.

Sebab, saat ini merupakan momentum yang bagus untuk melakukan IPO, sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami tren penguatan.

Baca juga : Apindo Sebut Anggotanya Bakal Banyak yang Melantai di Bursa

Meskipun demikian, ada sejumlah kendala yang membuat perusahaan, termasuk anggota Apindo, ragu atau mempertimbangkan untuk melantai di bursa.

Hariyadi menuturkan, salah satu kendalanya adalah mengenai transparansi.

"Kalau jadi (perusahaan) terbuka mereka khawatir dengan transparansi, nanti akan menimbulkan masalah-masalah lain. Karena terbuka nanti jadi sorotan, karena background mereka perusahaan keluarga atau kongsi, partnership," ujar Hariyadi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/2/2018).

Hariyadi mengungkapkan, pihaknya menekankan bahwa tidak ada masalah apabila perusahaan menjadi perusahaan terbuka.

Sebab, dengan menjadi perusahaan terbuka maka tata kelola perusahaan akan menjadi lebih bagus.

Baca juga : Tahun Politik, IPO di Bursa Efek Indonesia Diprediksi Tetap Ramai

"Makanya kami sosialisasi supaya mereka melihat potensinya ke depan," ujar Hariyadi.

Ia menyatakan, pada tahun 2018 ini ada dua perusahaan anggota Apindo yang akan mencatatkan sahamnya di BEI.

Selain itu, ada pula lima perusahaan anggota Apindo yang mempertimbangkan untuk melantai di BEI.

Kompas TV Bursa saham global bergejolak termasuk di Indonesia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X