"Airport Grow Faster" Ala Angkasa Pura II

Kompas.com - 26/03/2018, 12:31 WIB
Proses pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. DOKUMENTASI BIJBProses pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

BINTAN, KOMPAS.com - Sejumlah bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura II akan mengalami renovasi dan pengembangan besar-besaran pada tahun ini. Pengembangan bandara dan hal terkait lainnya masuk dalam garis besar rencana kerja AP II tahun 2018 dalam rangka meningkatkan kapasitas penumpang tiap tahun yang selalu naik.

"Program besar kami di 2018 adalah Airport Grow Faster. Ini adalah tagline program, karena sekarang kami buat program yang in line dengan corporate strategic scenario dan langsung direlasikan dengan bagaimana mengelola stakeholder kami tahun ini," kata Direktur Utama PT AP II Muhammad Awaluddin dalam acara Airlines-Airport-AirNav-Authority Gathering di Bintan Lagoon Resort, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (23/3/2018) lalu.

Sejumlah bandara yang akan dikembangkan, di antaranya Bandara Banyuwangi di Jawa Timur, Bandara Kertajati di Jawa Barat, Bandara Minangkabau di Sumatera Barat, serta Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. Untuk Bandara Banyuwangi, akan ada pengembangan infrastruktur dan fasilitas di dalamnya, berupa perpanjangan landasan pacu, dari 2.250 meter jadi 2.650 meter.

Selain itu, luasan apron Bandara Banyuwangi juga akan ditambah jadi kurang lebih 18.000 meter persegi. Semua pengembangan itu direncanakan selesai sebelum pertemuan tahunan IMF-World Bank Group di Bali pada Oktober 2018 mendatang.

Baca juga: Sistem Online, Bandara dan Maskapai Makin Gampang Laporan

"Bandara Banyuwangi akan jadi second supporting airport untuk acara tersebut. Saya juga sudah janji ke Pak Menteri Pariwisata, paling lambat 2019 Bandara Banyuwangi akan jadi bandara internasional," tutur Awaluddin.

Kemudian Bandara Kertajati di Majalengka yang akan segera beroperasi pada Mei atau Juni 2018 mendatang. Awaluddin menyebut, hingga akhir Maret ini pengerjaan infrastruktur fisik Bandara Kertajati sudah rampung 96 sampai 97 persen.

Untuk selanjutnya, AP II akan menambah lintasan landasan pacu di sana, dari yang tadinya 2.500 meter jadi 3.000 meter. Sedangkan di Bandara Minangkabau, Awaluddin menjadwalkan pengerjaan penambahan kapasitas bandara dimulai tahun ini.

Kapasitas Bandara Minangkabau didesain hanya untuk menampung 2,7 juta penumpang per tahun. Sementara, kondisi saat ini, ada 3,839 juta jumlah penumpang yang tercatat sepanjang tahun 2017.

Baca juga: Menhub Ingin Investor Asing Bisa Kelola Bandara dan Pelabuhan

"Kami akan mulai kerja tahun ini, menjadikan kapasitas Bandara Minangkabau 5,7 juta penumpang per tahun. Ini juga dalam rangka mengantisipasi pergerakan dari maskapai yang sangat atraktif dan agresif mengembangkan rute-rute dan destinasi baru, termasuk untuk haji dan umroh," ujar Awaluddin.

Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PGN Pastikan Pengerjaan Pembangunan Pipa Rokan Selesai Tepat Waktu

PGN Pastikan Pengerjaan Pembangunan Pipa Rokan Selesai Tepat Waktu

Rilis
Jika Tak Ada Penemuan Baru, Minyak Bumi Indonesia akan Habis dalam 9 Tahun

Jika Tak Ada Penemuan Baru, Minyak Bumi Indonesia akan Habis dalam 9 Tahun

Whats New
Soal UU Cipta Kerja, KSPI: Mudah-mudahan DPR Tidak 'Kucing-kucingan' Lagi...

Soal UU Cipta Kerja, KSPI: Mudah-mudahan DPR Tidak "Kucing-kucingan" Lagi...

Whats New
Efisiensi Anggaran Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Capai Rp 2,1 Triliun

Efisiensi Anggaran Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Capai Rp 2,1 Triliun

Rilis
Pengetahuan Teknologi hingga Internet jadi Persoalan Digitalisasi UMKM

Pengetahuan Teknologi hingga Internet jadi Persoalan Digitalisasi UMKM

Whats New
Sri Mulyani Sebut Pemerintah Bakal Dukung Pembiayaan Startup, Ini Penjelasannya

Sri Mulyani Sebut Pemerintah Bakal Dukung Pembiayaan Startup, Ini Penjelasannya

Whats New
Ekonom: Sektor riil Paling Belum Siap Hadapi Digitalisasi

Ekonom: Sektor riil Paling Belum Siap Hadapi Digitalisasi

Whats New
Turun Signifikan dalam Beberapa Pekan, Saham IKAN Masuk Pengawasan Bursa

Turun Signifikan dalam Beberapa Pekan, Saham IKAN Masuk Pengawasan Bursa

Rilis
BI: Sistem Pembayaran Digital Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi

BI: Sistem Pembayaran Digital Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi

Whats New
Penjualan Emas Antam Melonjak 147 Persen pada Kuartal III-2020

Penjualan Emas Antam Melonjak 147 Persen pada Kuartal III-2020

Whats New
Sri Mulyani Soroti Ketimpangan Digitalisasi di Indonesia

Sri Mulyani Soroti Ketimpangan Digitalisasi di Indonesia

Whats New
Pansus KBN Tinjau Pelabuhan Marunda, KCN: Menunggu Rekomendasi Terbaik

Pansus KBN Tinjau Pelabuhan Marunda, KCN: Menunggu Rekomendasi Terbaik

Whats New
Ekonomi RI Bisa Pulih Cepat Dibandingkan Singapura dan AS, Mengapa?

Ekonomi RI Bisa Pulih Cepat Dibandingkan Singapura dan AS, Mengapa?

Whats New
Percepatan Penyerapan Stimulus Bisa Dorong Pemulihan Ekonomi di Kuartal IV 2020

Percepatan Penyerapan Stimulus Bisa Dorong Pemulihan Ekonomi di Kuartal IV 2020

Whats New
Digitalisasi Semakin Masif akibat Pandemi, Perbankan Harus Hati-hati Salurkan Kredit

Digitalisasi Semakin Masif akibat Pandemi, Perbankan Harus Hati-hati Salurkan Kredit

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X