WTO: Perang Dagang AS-China Berdampak Sangat Buruk

Kompas.com - 01/04/2018, 12:00 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Balai Agung Rakyat China di Beijing, Kamis (9/11/2017). (AFP/Jim Watson) Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Balai Agung Rakyat China di Beijing, Kamis (9/11/2017). (AFP/Jim Watson)

LONDON, KOMPAS.com - Perang dagang yang digulirkan AS dan China dapat memberikan dampak yang sangat buruk terhadap perekonomian dunia. Hal ini diungkapkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia ( WTO).

Direktur Jenderal WTO Roberto Azevedo, seperti dikutip dari BBC, Minggu (1/4/2018), mengatakan ada risiko bahwa perang dagang akan sebabkan anjloknya pertumbuhan ekonomi global. Komentar Azevedo tersebut sejalan dengan meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dengan China, ditandai penerapan tarif impor antara kedua negara tersebut.

"Saat ini WTO mengalami salah satu periode terberatnya," jelas Azevedo.

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor terhadap barang-barang impor dari China dengan total nilai sekira 60 miliar dollar AS. Beijing pun merespon dengan menyatakan tidak takut dengan perang dagang yang diserukan Trump, namu menuntut negosiasi harus tetap dilakukan.

Baca juga : Isu Perang Dagang Mereda, Harga Emas Mulai Melandai

Azevedo menyebut, meskipun perang dagang global belum diinisiasi, namun dunia sudah melihat tanda-tanda pertama kekhawatiran tersebut. Awal bulan ini, AS mengumumkan pengenaan tarif impor untuk produk baja dan alumunium dari sejumlah negara, termasuk China.

Beijing pun membalas dengan rencana pengenaan tarif impor untuk produk-produk AS. Menurut Azevedo, skala kehancuran yang diakibatkan dari perang dagang tergantung dari arah perang dagang itu sendiri.

"Jika ini terbatas pada baja dan alumunium, itu satu hal. Akan tetapi, jika kita bicara tentang ratusan atau ribuan produk, ini benar-benar hal yang berbeda. Dampaknya pun akan berbeda," tutur Azevedo.

Washington pun telah melayangkan komplain atas China kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Sebab, China diduga melanggar aturan dasar hak paten. Azevedo menyebut, ketegangan antara China dengan AS adalah momen terberat yang dialami WTO dalam 23 tahun sejarahnya.

Baca juga : Di Tengah Memanasnya Perang Dagang, AS dan China Terus Bernegosiasi

Meskipun demikian, Azevedo menilai belum ada indikasi perang dagang akan benar-benar dimulai. Azevedo mengungkapkan, masih ada pembicaraan dan negosiasi yang dilakukan kedua negara.

"Kami ingin menghindari perang dagang, sehingga kami harus melakukan apapun yang bisa kami lakukan untuk menghindari itu," ujar Azevedo.

Kompas TV Isu pearng dagang sempat memantik ketegangan. Namun, hal ini m ereda saat Tiongkok buka pintu negosiasi.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X