Bos Grab: 75 Persen Mitra Pengemudi Uber Indonesia Telah Bergabung

Kompas.com - 06/04/2018, 18:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada tanggal 26 Maret 2018 lalu, perusahaan teknologi penyedia layanan on-demand Grab telah secara resmi mengakuisisi bisnis Uber di Asia Tenggara. Dengan aksi korporasi tersebut, maka mitra pengemudi Uber dapat segera bergabung menjadi mitra pengemudi Grab.

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menyebut, hingga saat ini, Grab masih membuka kesempatan bagi mitra pengemudi Uber untuk bergabung dengan Grab. Hingga saat ini, ungkap dia, sebagian besar mitra pengemudi Uber telah memutuskan untuk bergabung dengan Grab.

"75 persen dari seluruh mitra pengemudi Uber di Indonesia sudah bergabung ke dalam platform Grab," kata Ridzki dalam media briefing di kantor pusat Grab Indonesia, Jumat (6/4/2018).

Meskipun demikian, Ridzki tidak menyebut jumlah mitra pengemudi Uber di Indonesia. Akan tetapi, ia mengungkapkan, fokus Grab Indonesia saat ini adalah secepatnya membuat mitra-mitra pengemudi Uber untuk bergabung dengan Grab.

Baca juga: Komisi Pengawas Persaingan Singapura Selidiki Merger Grab-Uber

"Fokus utama kami bisa membuat mitra-mitra pengemudi Uber bisa di platform Grab secepat mungkin. Dalam 1 x 24 jam setelah daftar bisa diaktifkan di sistem kami," ujar Ridzki.

Terkait tidak sedikitnya mitra pengemudi Uber yang memilih pindah untuk menjadi mitra pengemudi kompetitor, Ridzki mengaku hal tersebut tidak menjadi masalah. Namun demikian, untuk bergabung menjadi mitra pengemudi Grab, ada dua hal yang harus dipenuhi oleh mitra pengemudi.

Dua hal tersebut sangat terkait dengan keamanan dan keselamatan. Aspek pertama adalah pengecekan latar belakang, dipenuhi dengan menyerahkan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dari pihak kepolisian dan rekomendasi dari kecamatan.

Ridzki menjelaskan, hal tersebut sangat tidak bisa dikompromikan oleh Grab. Sebab, hal ini akan menyangkut keamanan dan keselematan pengemudi maupun penumpang.

"Kedua adalah untuk kendaraan roda dua di Jabodetabek wajib mengikuti safety riding test, uji keselamatan berkendara," sebut Ridzki.

Ia mengatakan, pada minggu ini, Grab Indonesia membuka 5 lokasi baru untuk melayani pendaftaran mitra Uber dan tempat safety riding test. Lokasi tersebut berlokasi di Jakarta.

Kompas TV Pemerintah mengambil jalan tengah untuk menjawab tuntutan kenaikan tarif para pengemudi ojek online.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.