Dua Faktor Ini Bisa Jadikan Indonesia Pemain Kunci Industri 4.0 di Asia - Kompas.com

Dua Faktor Ini Bisa Jadikan Indonesia Pemain Kunci Industri 4.0 di Asia

Kompas.com - 14/04/2018, 22:40 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Kantor Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (27/2/2018).KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTO Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Kantor Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (27/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyebutkan kalau Indonesia berpeluang besar menjadi pemain kunci di Asia dalam implementasi industri 4.0.

Keyakinan itu didasarkan Airlangga pada dua faktor utama yang ada di Indonesia dan mampu mendukung pengembangan dibera digital, yakni pasar dan talent.

“Saat ini pengguna internet di Indonesia, jumlahnya mencapai 143 juta orang. Ini merupakan sebuah potensi pasar yang besar. Kemudian, talent itu kita miliki dari seluruh universitas yang ada, di mana di Indonesia jumlahnya terbanyak di Asean,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (14/4/2018).

Dua faktor itu dinilai Airlangga bisa menjadi bekal bagi masyarakat untuk lebih percaya diri memasuki era perubahan di industri 4.0.

Baca juga: Revolusi Industri 4.0 Menuntut Pekerja untuk Meningkatkan Kapasitas

Terlebih lagi, keberadaan generasi milenial yang akan memiliki peranan penting karena menjadi pengguna dominan dari teknologi yang menjadi ciri khas revolusi industri keempat, yaitu internet.

“Kita melihat komposisi pengguna internet yang usianya 19-34 tahun merupakan yang terbanyak dengan mencapai 49,5 persen. Mereka berinteraksi atau melek teknologi melalui smartphone,” ungkap Airlangga.

Maka dari itu, Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) tengah gencar mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia Indonesia agar menguasai teknologi digital.

“Salah satu langkahnya adalah melalui program vokasi SMK dan industri serta untuk memacu politeknik melalui program skill for competitiveness,” imbuh Airlangga.

Kemudian, Airlangga juga memastikan kalau dalam pelaksanaan industri 4.0, manusia tidak akan tergantikan oleh robot.

“Karena sejak revolusi industri ketiga sudah otomatisasi. Sedangkan pada Industri 4.0, industri yang sudah terotomatisasi tersebut terhubung dengan internet of things, sehingga pengontrolan data lebih efisien, efisiensi mesin lebih baik, dan efisiensi ini bisa dipacu hingga 99 persen,” sambung dia.

Indonesia telah menyiapkan lima sektor industri yang akan menjadi percontohan dalam implemntasi Industri 4.0.

Kni sesuai yang akan dijalankan pada roadmap Making Indonesia 4.0. Kelima sektor tersebut adalah industri otomotif, makanan dan minuman, tekstil, elektronik, serta kimia. "Jadi ada unggulannya atau champion, sehingga industri lain bisa melihat dan mencontoh,” sebut Airlangga.

Kompas TV Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman mengkritisi infrastruktur minim sebagai penghambat ekspansi.



Close Ads X