Kompas.com - 24/04/2018, 12:30 WIB

KOMPAS.com - Direktur Utama PT Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja memberikan pandangannya seputar pelemahan rupiah terhadap dollar AS, hingga menembus Rp 13.900 per dollar AS pada Senin lalu.

Jahja mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan kurs rupiah melemah. "Beberapa faktor tersebut adalah suku bunga, realisasi ekspor impor dan permintaan dollar AS di pasar," kata dia, Senin sore (23/4/2018).

Terkait dengan suku bunga, Jahja bilang risiko suku bunga Federal Reserve yang berpotensi naik menjadi salah satu faktor utama yang membuat rupiah mengalami tekanan. Dengan potensi kenaikan Fed Rate sampai tiga kali pada tahun ini ini pasar sudah memperhitungkan risiko ini.

Risiko kenaikan bunga acuan AS ini membuat imbal hasil surat utang pemerintah AS alias US treasury ikut naik. Hal ini mempengaruhi beberapa mata uang utama dunia dan juga mata uang Indonesia.

Baca juga : BI Lakukan Langkah untuk Menjaga Kurs Rupiah

Untuk ekspor, Jahja bilang hal ini bisa mempengaruhi rupiah terkait dengan ketersediaan dan kebutuhan dollar AS di pasar. Faktor terakhir yang mempengaruhi rupiah adalah cadangan devisa.

Ketika rupiah mengalami pelemahan, biasanya BI melakukan intervensi di pasar dengan cara operasi moneter. Jika BI aktif melakukan operasi moneter maka bisa saja cadangan devisa mengalani penurunan.

Berdasarkan data Bloomberg pagi ini (24/4/2018) kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot sudah menguat ke Rp 13.881 per dollar AS jika dibandingkan dengan posisi terlemah kemarin pada Rp 13.975 per dollar AS.

Sebelumnya berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 11.45 (23/4/2018), rupiah di pasar spot berada di posisi Rp 13.921 per dollar AS atau melemah 0,13 persen dibandingkan dengan akhir pekan lalu pada 13.893.

Baca juga : Rupiah Hampir 14.000 per Dollar AS, Ini Kata Apindo

Posisi rupiah berada di kisaran Rp 13.900 terakhir terlihat awal Januari 2016. Sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) seperti dikutip dalam laman resmi Bank Indonesia per Senin (23/4/2018) berada di posisi Rp 13.894 per dollar AS. Posisi ini melemah dibandingkan dengan akhir pekan lalu pada 13.804. (Galvan Yudistira)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Ini kata bos BCA soal penyebab pelemahan rupiah hingga 13.900 pada Selasa (24/4/2018)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Pangan Naik, Badan Pangan Nasional Bakal Terbitkan Harga Acuan untuk Konsumen dan Produsen

Harga Pangan Naik, Badan Pangan Nasional Bakal Terbitkan Harga Acuan untuk Konsumen dan Produsen

Whats New
Jelang Pemilu 2024, Pasar IPO Dalam Negeri Diperkirakan Akan Ramai

Jelang Pemilu 2024, Pasar IPO Dalam Negeri Diperkirakan Akan Ramai

Whats New
Kinerja Emiten Melebihi Ekspektasi Pasar, 'Rally' IHSG Hari Ini Berpotensi Berlanjut

Kinerja Emiten Melebihi Ekspektasi Pasar, "Rally" IHSG Hari Ini Berpotensi Berlanjut

Whats New
Bos Blue Bird 'Senang' Tarif Ojek Online Naik Mendekati Tarif Taksi

Bos Blue Bird "Senang" Tarif Ojek Online Naik Mendekati Tarif Taksi

Whats New
Harga Minyak Mentah Dunia Turun, Setelah Ukraina Tutup Pipa Pasokan ke Eropa

Harga Minyak Mentah Dunia Turun, Setelah Ukraina Tutup Pipa Pasokan ke Eropa

Whats New
Manulife Aset Manajemen Proyeksi IHSG Tembus 7.600 hingga Akhir 2022

Manulife Aset Manajemen Proyeksi IHSG Tembus 7.600 hingga Akhir 2022

Whats New
Kisah Sukses Yudhi, Bangun Bisnis Gula Semut dari Nol, yang Ternyata 'Kebal' Pandemi

Kisah Sukses Yudhi, Bangun Bisnis Gula Semut dari Nol, yang Ternyata "Kebal" Pandemi

Whats New
[POPULER MONEY] Tarif Ojek Online Naik | Harga Mi Bakal Naik 3 Kali Lipat

[POPULER MONEY] Tarif Ojek Online Naik | Harga Mi Bakal Naik 3 Kali Lipat

Whats New
Kode Bank BTN untuk Keperluan Transfer Antarbank di ATM

Kode Bank BTN untuk Keperluan Transfer Antarbank di ATM

Spend Smart
Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Online dan Offline dengan Mudah

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Online dan Offline dengan Mudah

Spend Smart
Mundur Terus, Kapan Pajak Karbon Diterapkan Sri Mulyani?

Mundur Terus, Kapan Pajak Karbon Diterapkan Sri Mulyani?

Whats New
Intip Gaji Jenderal Polisi dan Segudang Tunjangannya

Intip Gaji Jenderal Polisi dan Segudang Tunjangannya

Whats New
Jokowi Kaget Lihat Progres Proyek Terminal Kijing

Jokowi Kaget Lihat Progres Proyek Terminal Kijing

Whats New
Kenalkan OSS, Bahlil Dorong Pelajar Jadi Pengusaha Muda

Kenalkan OSS, Bahlil Dorong Pelajar Jadi Pengusaha Muda

Whats New
Diproduksi di RI, Mobil Listrik Wuling Air EV Bakal Jadi Kendaraan Resmi KTT G20 Bali

Diproduksi di RI, Mobil Listrik Wuling Air EV Bakal Jadi Kendaraan Resmi KTT G20 Bali

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.