Kasus Pembobolan Bank Mandiri Rp 1,8 Triliun, Aset PT TBA Hanya Rp 73 Miliar

Kompas.com - 22/05/2018, 10:33 WIB
Logo Bank Mandiri di Plaza Mandiri, Jakarta.KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Logo Bank Mandiri di Plaza Mandiri, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Momentum pelemahan ekonomi pada 2015 dijadikan kesempatan oleh salah satu debitur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Tirta Amarta Bottling Company (TAB), untuk mengajukan penambahan kredit modal kerja dengan jumlah yang besar.

Cara penambahan kredit yang belakangan diketahui menyalahi aturan itu jadi cikal bakal kasus pembobolan yang kini ditangani Kejaksaan Agung.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas pada Senin (21/5/2018) malam menceritakan, PT TAB sudah menjadi nasabah Bank Mandiri sejak tahun 2008.

Riwayat PT TAB pada awalnya cukup baik, hingga kemudian Bank Mandiri menemukan kejanggalan saat mereka review portofolio kredit para debitornya yang masuk kategori small and medium enterprises (SME).

Baca juga: Begini Asal Mula Kasus PT TAB yang Bobol Bank Mandiri Rp 1,83 Triliun

"Pada saat bersih-bersih itu, kami menemukan beberapa debitor yang kami perlu investigasi lebih lanjut. Dari situ terlihat ada angka-angka yang kurang wajar, terutama pada piutang. Kami investigasi, verifikasi, ternyata angka-angka yang disajikan tidak benar," kata Rohan.

Bersama dengan PT TAB, Bank Mandiri turut menemukan empat perusahaan lain yang data portofolio kreditnya janggal. Dari temuan internal mereka, kelima perusahaan tersebut dilaporkan ke aparat penegak hukum, yaitu Kejaksaan Agung dan Polri.

Menurut Rohan, total kerugian yang paling besar dari lima perusahaan yang dimaksud adalah yang ditimbulkan oleh PT TAB.

Perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan itu menambahkan kredit dengan total Rp 1,4 triliun.  Sementara saat mengajukan kredit, aset PT TAB sebesar Rp 73 miliar.

Setelah temuannya dilaporkan, Kejagung menemukan adanya dugaan keterlibatan oknum karyawan Bank Mandiri Cabang Bandung yang menangani kredit untuk PT TAB. Terdapat sejumlah oknum dari Bank Mandiri yang terlibat, mulai dari karyawan biasa hingga di tataran manajer atau penanggung jawab.

Total tersangka yang kini sudah ditetapkan Kejagung adalah enam orang, di mana salah satunya Direktur PT TAB Rony Tedy.

Belakangan, total nilai kerugian yang dihitung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dari kasus PT TAB menjadi Rp 1,8 triliun di mana tambahan Rp 400 miliar merupakan bunga dan denda yang belum disertakan.

Antisipasi ke depan

Rohan menyadari risiko serupa selalu ada dalam bisnis perbankan. Untuk itu, dia memastikan agar dari sisi internal akan ada pengecekan yang lebih ketat lagi, terutama dalam hal pengajuan kredit.

Halaman:



Close Ads X