Permintaan Naik, Volume Perdagangan Produk Perikanan Terkerek

Kompas.com - 02/07/2018, 08:29 WIB
Pekerja memanen udang vanamei yang dikembangkan kelompok tani Sadewo Dadi di Desa Kartika Jaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Jumat (11/7/2014). Budidaya tambak udang tersebut merupakan hasil pendampingan teknologi dari Balai Besar Perikanan Budiaya Air Payau Jepara (BBPAP) sejak tahun 2010. Udang vanamei tersebut sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke China, Amerika dan Jepang. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAPekerja memanen udang vanamei yang dikembangkan kelompok tani Sadewo Dadi di Desa Kartika Jaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Jumat (11/7/2014). Budidaya tambak udang tersebut merupakan hasil pendampingan teknologi dari Balai Besar Perikanan Budiaya Air Payau Jepara (BBPAP) sejak tahun 2010. Udang vanamei tersebut sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke China, Amerika dan Jepang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Volume perdagangan ikan Indonesia pada kuartal II-2018 mengalami kenaikan signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu.

Berdasarkan data Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), volumen perdagangan produk perikanan mati mencapai 517.951 ton naik 7,77 persen dan produk perikanan hidup tercatat sebanyak 10,8 miliar ekor atau naik 6,87 persen (year on year).

Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Rini mengatakan kenaikan volume perdagangan tersebut terlihat relatif merata di seluruh daerah Indonesia sebab terjadi peningkatan permintaan produk-produk perikanan Indonesia untuk pasar dalam maupun luar negeri.

"Kualitas kita sudah sesuai dengan permintaan dan berada di harga yang tepat," kata Rini dilansir Kontan.co.id, Minggu (1/7/2018).

(Baca: Menteri Susi: Dari Sertifikasi, Tuna Indonesia Bisa Mendapatkan Harga Premium)

Menurutnya, dari kebanyakan produk yang diekspor, komoditas udang menduduki posisi tertinggi.

Rini menambahkan, adapun volume perdagangan produk ikan mati sebanyak 7,77 persen dan perdagangan ikan hidup sebanyak 6,87 persen sudah termasuk dalam capaian ekspor dan lintas dalam negeri.

Pendapatan naik

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Perikanan Nusantara (Perinus) Dendi Anggi Gumilang mengaku industri ikan memang sedang meningkat.

Hingga tengah tahun, pendapatan perusahaan plat merah ini telah tercatat di kisaran Rp 480 miliar atau sudah hampir separuh dari target pendapatan tahunan Rp 1,1 triliun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber KONTAN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.