KILAS EKONOMI

Dirjen Perhubungan Udara Jelaskan Letusan Senjata di Bandara Soetta

Kompas.com - 23/07/2018, 23:35 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso saat memaparkan perkembangan penerbangan Indonesia di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (23/3/2018). Dari hasil audit Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada 2017 lalu performa navigasi Indonesia mendapat nilai sangat baik mencapai 86 persen, berada di atas ratarata global yakni 60,7 persen. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMODirektur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso saat memaparkan perkembangan penerbangan Indonesia di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (23/3/2018). Dari hasil audit Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada 2017 lalu performa navigasi Indonesia mendapat nilai sangat baik mencapai 86 persen, berada di atas ratarata global yakni 60,7 persen.

JAKARTA,  KOMPAS.com - Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso membenarkan dirinya telah menerima laporan terkait terjadinya letusan senjata api di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dan melukai seorang staf helpdesk maskapai Garuda Indonesia dan seorang penumpang.

Berdasarkan hasil investigasi sementara, keamanan bandara tetap aman terkendali. Personil aviation security (avsec) juga telah menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan benar yaitu mencegah masuknya barang-barang yang dilarang ke dalam kabin pesawat udara.

"Yang dilakukan personil avsec tersebut telah sesuai dengan Undang-undang nomor 1 tahun 2009 Tentang Penerbangan dan SKEP 100/VII/2003 tentang juknis penangannan penumpang pesawat udara sipil yang membawa senjata api dan tata cara pengamanan pengawalan tahanan dalam penerbangan," ujar Agus Santoso dalam pernyataan tertulis, Senin (23/7/2018).

Menurutnya, aviation security adalah personil penerbangan yang berlisensi khusus yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Ledakan Senjata di Bandara Soekarno-Hatta, 1 Orang Terluka

Lisensi tersebut sesuai dengan standar keamanan penerbangan internasional dalam annex 17 Organisasi Penerbangan Sipil Internasional ( ICAO).

"Jika avsec melanggar aturan, lisensinya akan dicabut dan dia tidak bisa menjadi avsec lagi. Namun dalam kasus ini, dari investigasi sementara, avsec telah bekerja sesuai prosedur standar operasi sehingga keamanan bandara tetap terkendali. Dan syukurlah masalah ini juga sudah diselesaikan secara kekeluargaan," ujarnya.

Menurut Agus, Airport Security Program (ASP) menyatakan bahwa ruang pengosongan senjata api berada sebelum counter  check  in.

Pada SCP ME 5 yang dilalui oleh pelaku peletusan senjata juga telah tersedia fasilitas pengosongan senjata berupa kotak baja berisi pasir.

Baca juga: Menhub Serahkan Kasus Ledakan di Bandara Soetta ke Propam Polri

Fasilitas serupa juga terdapat di SCP ME 1 – 4 dan counter 26 (counter penyerahan security item). Namun, fasilitas itu tidak berbentuk ruangan khusus pengosongan senjata api.

"Sementara itu lokasi letusan senjata api berada di counter 25 yang bersebelahan dengan counter penyerahan security item," kata dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X