Melonjak 124 Persen, Laba Bersih Pertamina EP Capai 361 Juta Dollar AS - Kompas.com

Melonjak 124 Persen, Laba Bersih Pertamina EP Capai 361 Juta Dollar AS

Kompas.com - 10/08/2018, 16:46 WIB
Pertamina EP (PEP) Asset 3 SubangPertamina EP Pertamina EP (PEP) Asset 3 Subang

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina EP membukukan laba bersih sebesar 361 juta dollar AS hingga Juni 2018 atau sekitar 65,95 persen dari target tahun ini sekitar 547 juta dollar AS.

Raihan laba tersebut naik 124,76 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebesar 289,4 juta dollar AS atau 48,56 persen dari RKAP senilai 595 juta dollar AS.

Presiden Direktur Pertamina EP, Abdul Manaf mengatakan, laba bersih pada semester I ini ditopang oleh kenaikan penjualan.

Hingga Juni 2018, Pertamina EP membukukan pendapatan 1.458 juta dollar AS, naik 118 persen dari 1.234 juta dollar AS (year on year) didorong oleh penjualan dalam negeri non-BBM sebesar 1.442 juta dollar AS serta ekspor minyak mentah dan gas 16,4 juta dollar AS.

Baca juga: Ambil Alih Blok Sanga-Sanga, Pekerja VICO Indonesia jadi Karyawan Pertamina

"Kenaikan pendapatan juga ditopang oleh kenaikan harga minyak, yaitu 66,28 dollar AS per barel (naik 138,1 persen dari 48,48 dollar AS per barel dari periode sama tahun lalu) dan harga gas 6,07 dollar AS per MSCF, naik 102,63 persen dari 5,92 dollar AS (yoy)," ujar Nanang dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/8/2018).

Nanang menambahkan, pendapatan Pertamina EP pada semester I berasal dari hasil penjualan lifting di dalam negeri sebesar 13.632,26 MBO atau sekitar 45,2 persen terhadap RKAP 2018 sebesar 30.143 MBO.

Sementar penjualan ekspor minyak berasal dari ekspor kondensat Senoro Field Matindok sebesar 155 MBO ke Singapura dan Korea Selatan, serta penjualan ekspor gas dari Unitisasi Suban sebesar 863,12 MMSCF ke konsumen Gas Supply Pte Ltd Singapura.

“Peningkatan penjualan sepanjang semester satu juga ditopang oleh realisasi produksi migas Pertamina EP yang naik 101,76 persen menjadi 252.529 BOEPD pada tahun 2018 dari 248.161 BOEPD di tahun 2017 (year of year),” kata Nanang.

Hingga akhir Juni 2018, realisasi produksi harian minyak Pertamina EP 76.000 BOPD atau 91.65 persen dari angka RKAP 2018 sebesar 83.000 BOPD dan 96.36 persen dibandingkan dengan realisasi produksi harian minyak di tahun sebelumnya.

Sementara itu, produksi gas hingga Juni 2018 mencapai 1.022,4 MMSCFD dari target RKAP 986.110 MMSCFD, lebih tinggi 104,28 persen daripada posisi akhir Juni 2017 sebesar 980,44 MMSCFD. Secara total produksi migas Pertamina EP sampai ahir Juni 2018 sebesar 252.529 BOEPD atau 99.73 persen dibandingkan RKAP 2018 senilai 253.203.

"Dari lima aset dan kemitraan, kontributor terbesar produksi minyak adalah Asset 5 di Kalimantan dengan produksi rata-rata 18.530 BOPD sekitar 24 persen dari total produksi minyak Pertamina EP. Sedangkan produksi gas terbesar ada di Asset 2 di Sumatera Selatan sebesar 437,4 MMSCFD atau 43 persen dari total produksi gas Pertamina EP. Untuk total produksi migas ada di Asset 2, yaitu 92.424 BOEPD atau sekitar 37 persen,” ujar Nanang.

Asset 5 sebagai kontributor produksi minyak terbesar, salah satunya dari hasil pemboran pada Field Tarakan (di Struktur Sembakung) dan Field Bunyu (Struktur Bunyu). Sedangkan Asset 2 sebagai kontributor produksi gas terbesar didukung oleh perbaikan kinerja kompresor di Field Prabumulih dan penambahan empat unit kompresor di Field Pendopo.

Pertamina EP juga telah merealisasikan anggaran biaya operasi (ABO) sebesar 567 juta dollar AS, naik 112,8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu 502,4 juta dollar AS. Sedangkan anggaran biaya investasi (ABI) hingga akhir Juni sebesar 199,4 juta dollar AS, naik 105,3 persen dari 189,67 dollar AS (year of year).

Untuk meningkatkan cadangan migas, tambah Nanang, Pertamina EP juga melakukan kegiatan eksplorasi yang telah mencapai tujuh sumur. Sebanyak tiga sumur sudah selesai eksplorasi dan empat sumur dalam pelaksanaan pemboran. Untuk seismic 2D telah dilakukan sepanjang 153km dan 3D seluas 344 km2.

“Pada semester II kami proyeksikan realisasi pemboran mencapai 13, seismic 2D sepanjang 1190 km dan 3D seluas 444 km2. Pemboran dilakukan pada beberapa area potensial seperti Akasia Maju dan Pinus Harum di Jawa Barat, Sekarwangi di Sumabgsel, dan Wolai di Sulawesi Tengah,” ucap dia.


Komentar
Close Ads X