Kompas.com - 24/08/2018, 18:37 WIB
Presiden AS Donald Trump bersiap memasuki Air Force One yang akan membawanya ke Singapura untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. AFP/SAUL LOEBPresiden AS Donald Trump bersiap memasuki Air Force One yang akan membawanya ke Singapura untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

MANADO, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah pada hari ini, Jumat (24/8/2018) kembali melemah terhadap dollar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, pada pembukaan perdagangan hari ini, mata uang Garuda bertengger pada level Rp 14.652 per dollar AS. Rupiah pun sempat bergerak ke level Rp 14.658 per dollar AS sebelum ditutup pada level Rp 14.648 per dollar AS.

Direktur Pengelolaan Devisa Bank Indonesia (BI) Hariyadi Ramelan menyatakan, pelemahan yang terjadi pada rupiah bukan disebabkan hilangnya kepercayaan terhadap rupiah. Pelemahan rupiah, sebut dia, disebabkan isu eksternal.

"Kebijakan unilateral pemerintahan (Presiden AS Donald) Trump yang menganggap dunia tidak adil karena merugikan AS," kata Hariyadi pada acara pelatihan wartawan ekonomi BI di Manado, Sulawesi Utara, Jumat petang.

Hariyadi menuturkan, Trump menciptakan kebijakan tarif impor terhadap sejumlah negara. Kebijakan tersebut diterapkan terhadap barang-barang dari China dengan total nilai mencapai 16 miliar dollar AS.

Menurut Hariyadi, kebijakan tersebut juga diterapkan kepada Indonesia dengan total nilai 300 juta dollar AS. Penyebabnya, AS menuding Indonesia melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Selain itu, pelemahan rupiah juga disebabkan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang dialami Indonesia. Permasalahan ini pun dicoba untuk diselesaikan baik oleh bank sentral maupun pemerintah.

"Kementerian Keuangan concern dengan situasi ini," jelas Hariyadi.

Ia mengungkapkan, telah dilakukan pertemuan dengan sekira 40 orang konglomerat untuk membicarakan instrumen yang dapat diterapkan untuk memitigasi risiko ini. Dengan demikian, defisit transaksi berjalan bisa diminimalisir.

"Kementerian Keuangan, BI, dan Kadin sepakat akan support (mendikung) ekonomi nasional lebih baik ke depan," sebut Hariyadi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Didakwa Terima Suap, Berapa Gaji Wawan Ridwan sebagai PNS Pajak?

Didakwa Terima Suap, Berapa Gaji Wawan Ridwan sebagai PNS Pajak?

Whats New
Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

Spend Smart
Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Spend Smart
Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Whats New
Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Whats New
Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Whats New
Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Whats New
Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Whats New
UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

Smartpreneur
KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

Rilis
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

Whats New
Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Whats New
Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Whats New
Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Rilis
Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.