Berita Populer: Darmin Bantah BP Batam Bubar hingga "Crazy Rich Indonesian"

Kompas.com - 14/12/2018, 05:41 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat diwawancarai di Lombok, NTB, Jumat (21/9/2018). -KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat diwawancarai di Lombok, NTB, Jumat (21/9/2018).

1. Darmin Nasution Luruskan Kabar soal Pembubaran BP Batam

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan keputusan pemerintah terkait Badan Pengusahaan (BP) Batam. Menurut dia tidak ada pernyataan bahwa otoritas yang mengeluarkan perizinan lalu lintas keluar masuk barang di Batam tersebut akan dibubarkan.

Dia pun mempertanyakan kenapa ada yang mengatakan bahwa BP batam dibubarkan, padahal dirinya sudah menjelaskan dengan baik saat di Istana, seusai rapat terbatas soal BP Batam.

Darmin mengatakan, hasil rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo kemarin memutuskan akan menghapuskan dualisme di Batam dengan mengalihkan kewenangan yang selama ini melekat pada Badan Pengusahaan (BP) Batam kepada Pemerintah Kota Batam. "Tapi, BP Batam masih tetap ada, alias tidak bubar," sebutnya.

Baca selengkapnya: Darmin Nasution Luruskan Kabar soal Pembubaran BP Batam


2. Aset 50 Orang ”Crazy Rich Indonesian” Capai Rp 1.870 Triliun",

Ditunjang pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan pasar modal setahun terakhir yang tumbuh sebesar 4,4 persen, aset bersih 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes mencetak rekor baru dengan total nilai 129 miliar dollar AS atau naik 3 miliar dollar AS dari tahun lalu. Jumlah itu setara dengan Rp 1.870 triliun (kurs Rp 14.500 per dollar AS).

Sebanyak enam dari 10 orang terkaya di Indonesia mengalami peningkatan kekayaan dibandingkan tahun lalu. Termasuk di dalamnya adalah Hartono bersaudara yang sudah menempati peringkat atas terkaya selama 10 tahun terakhir.

Tahun ini, total kekayaan Hartono bersaudara tercatat sebesar 35 miliar dollar AS dengan sekitar 70 persen dari total kekayaannya berasal dari Bank Central Asia (BCA). Sementara itu, Susilo Wonowidjojo naik ke posisi dua dengan kekayaan sebesar 9,2 miliar dollar AS seiring dengan meningkatnya harga saham perusahaan rokok Gudang Garam.

Adapun pendiri Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja, turun ke peringkat ketiga karena tahun ini kekayaannya berkurang sebesar 500 juta dollar AS menjadi 8,6 miliar dollar AS.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X