Tujuh Fakta atas Opini PKS soal Ekonomi Indonesia

Kompas.com - 05/01/2019, 07:10 WIB
Potongan harga ditawarkan gerai busana di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (23/12/2018). Sejumlah pengelola gerai fisik berlomba menawarkan kenyamanan berbelanja dan penawaran harga khusus untuk tetap menarik minat konsumen berbelanja di tengah persaingan pemasaran melalui platform e-dagang. KOMPAS/RADITYA HELABUMIPotongan harga ditawarkan gerai busana di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (23/12/2018). Sejumlah pengelola gerai fisik berlomba menawarkan kenyamanan berbelanja dan penawaran harga khusus untuk tetap menarik minat konsumen berbelanja di tengah persaingan pemasaran melalui platform e-dagang.

Pertumbuhan ekonomi ini didukung oleh stabilitas pertumbuhan konsumsi rumah tangga (5,01 persen), konsumsi pemerintah (4,92 persen), dan peningkatan investasi.

Inflasi sepanjang tahun 2018 juga terjaga sebesar 3,13 persen yang didukung oleh tidak adanya kebijakan harga energi domestik dan terkendalinya harga pangan.

Tingkat inflasi yang rendah dapat menjaga daya beli masyarakat dan pertumbuhan konsumsi serta peningkatan aktivitas ekonomi.

2. Utang negara membesar besar vs terjaga

Dalam memenuhi target APBN, pemerintah senantiasa menjaga level utang dalam batas yang aman. Dalam target APBN 2018 sebesar Rp 399,2 triliun, pemerintah mengadakan utang hanya sebesar Rp 366,7 triliun.

Dibandingkan dengan tahun 2017, pembiayaan anggaran tahun 2018 tumbuh negatif sebesar 16,6 persen dengan didukung oleh penurunan pembiayaan SBN hingga 18,9 persen.

Secara umum, utang pemerintah masih dalam batas aman seperti yang diamanatkan dalam Pasal 12 ayat 3 Undang-Undang tentang Keuangan Negara di mana maksimal utang pemerintah maksimal 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Saat ini pemerintah selalu menjaga rasio utang terhadap PDB  dalam batas psikologis, yaitu di kisaran 30 persen.

3. APBN belum cukup sehat vs kinerja sehat dan kredibel

Dengan berbagai tantangan antara lain kondisi global yang masih kurang mendukung, kinerja APBN 2018 sangat baik. Merujuk realiasi sementara APBN 2018, pendapatan negara melampaui target APBN (102,5 persen) dan ini yang pertama kali sejak 2011.

Realisasi pendapatan negara mencapai Rp 1.942,3 triliun atau tumbuh sebesar 16,6 persen dan jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada tahun 2017 sebesar 7,1 persen.

Dalam belanja negara, penyerapan belanja sebesar 99,2 persen di mana kementerian/lembaga (K/L) terealisasi sebesar 98,7 persen, yang merupakan penyerapan terbesar dalam periode 2014-2018.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X