Pemerintah Janjikan Insentif bagi Fintech yang Masuk Daerah 3T

Kompas.com - 09/01/2019, 18:10 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Ekonomi Outlook 2019, Jakarta, Selasa (8/1/2019)Dok Kemenko Perekonomian Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Ekonomi Outlook 2019, Jakarta, Selasa (8/1/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong layanan financial technology ( fintech) untuk melakukan penetrasi ke daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjanjikan, pihaknya akan memberikan insentif kepada fintech yang layanannya bisa digunakan oleh masyarakat di daerah 3T.

"Saya bisa memberikan insentif kalau itu dilakukan di daerah T3 yang berdasarkan Perpres 131 ada 122 kabupaten," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Namum Rudiantara belum memberikan penjelasan lebih rinci terkait insentif yang diberikan bila fintech masuk menjangkau masyarakat di daerah 3T.

Baca juga: Jumlah Pembiayaan Melalui Fintech Capai Rp 3,9 Triliun

Menurut dia, keberadaan layanan fintech sangat penting di daerah 3T. Sebab banyak masyarakat di daerah tersebut yang belum bisa mengakses perbankan.

Dengan jaringan telekomunikasi dan internet kian luas, termasuk di daerah 3T, maka seharusnya masyarakat bisa mengakses fintech.

"Kalau itu bisa dilakukan, maka akan mempercepat peningkatan industri keuangan. Tujuannya itu industri keuangan untuk semuanya," kata dia.

Ia mengatakan, sudah berbicara dengan Otoritas Jasa Keuangan untuk mendorong layanan fintech masuk ke daerah 3T. Kominfo diminta OJK untuk memfasilitasi hal tersebut.




Close Ads X