Susi Minta Jepang Bebaskan Bea Masuk Produk Perikanan RI

Kompas.com - 29/01/2019, 14:24 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti diwawancarai saat meninjau wilayah pesisir Banten yang terdampak tsunami menggunakan pesawat Cesna 208B Grand Caravan milik Maskapai Susi Air KOMPAS.com/Rakhmat Nur HakimMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti diwawancarai saat meninjau wilayah pesisir Banten yang terdampak tsunami menggunakan pesawat Cesna 208B Grand Caravan milik Maskapai Susi Air

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta pemerintah Jepang untuk membebaskan tarif bea masuk produk perikanan asal Indonesia.

Hal ini disampaikan Susi ketika bertemu dengan pengusaha asal Jepang di Gedung Mina Bahari IV Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).

Susi mengungkapkan, sejauh ini produk perikanan asal Indonesia masih dikenakan tarif bea masuk sebesar 7 persen oleh pemerintah Jepang. Namun, kebijakan ini berbeda terhadap beberapa negara lain dengan bea nol persen, seperti Thailand dan Vietnam.

Baca juga: Bertemu Pengusaha Jepang, Menteri Susi Tawarkan Tuna Indonesia

"Tolong approve pembebasan tarif impor perikanan kita, ini bukan untuk pelaku bisnis Indonesia saja, tapi juga perusahaan Jepang. Harapannya dari 7 persen bisa menjadi nol persen," kata Menteri Susi.

Menurut Susi, jika dibandingkan kedua negara tersebut, sektor perikanan Indonesia jelas lebih unggul karena perairannya cukup luas. Sehingga, produksi ikan hasil tangkapan yang diekspor akan lebih unggul.

"Saya yakin kami punya tuna lebih banyak daripada yang lain," ungkapnya.

Baca juga: Susi: Pemilik Kapal Ikan Tak Berizin Siap-siap Dipermalukan

Susi menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan atau membarter kebijakan-kebijakan berupa kemudahan kepada Jepang terkait permintaan itu. Sebab, permintaan ini bertujuan untuk pengembangan iklim investasi di bidang perikanan antara Indonesia dengan Jepang.

"Kita minta tarif nol tanpa syarat. Tidak mau barter tarif itu dengan kebijakan. Saya tidak ingin membarter pembebasan tarif dengan kebijakan sustainability yang tengah kita lakukan. Intinya, kita mau ngembangin lebih banyak potensi bisnis Indonesia dan Jepang," tambahnya.

Di samping itu, Pertemuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama pengusaha asal Jepang yang tergabung dalam Japan External Trade Organization (JETRO) untuk membahas dan menjajaki peluang bisnis di sektor perikanan. Meskipun selama ini Indonesia dan Jepang telah menjalin kerja sama.

Baca juga: Menteri Susi Sebut Tak Perlu Modal Besar untuk Bisnis Perikanan

"Bisnis forum ini dengan delegasi Jepang, intinya ingin mengembangkan lebih banyak lagi potensi-potensi bisnis Jepang dengan Indonesia," tambahnya.

"Yang sudah ada tentunya kita lanjutkan, kalau bisa kita kembangkan lebih besar lagi," tandas Susi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X