Polemik Bagasi Berbayar di Rute Penerbangan Domestik

Kompas.com - 30/01/2019, 08:33 WIB
Pengambilan bagasi di terminal baru Bandara Ahmad Yani, Semarang, Kamis (19/7/2018). KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIAPengambilan bagasi di terminal baru Bandara Ahmad Yani, Semarang, Kamis (19/7/2018).

DEWASA ini dunia penerbangan nasional dihangatkan dengan isu perlindungan konsumen. Perlahan tapi pasti, jatah bagasi tercatat (checked baggage) seberat 15-20 kilogram untuk rute penerbangan domestik yang semula gratis pada beberapa maskapai dihapuskan.

Per-22 Januari 2019, Citilink, Lion Air dan Wings Air telah menghapuskan. Hanya AirAsia Indonesia yang masih memberikan fasilitas bagasi tercatat gratis.

Alhasil penumpang harus mengikuti aturan ketat maskapai. Pada umumnya mereka diizinkan membawa maksimal dua barang dengan total berat sekitar tujuh kilogram ke kabin (carry-on baggage) sesuai ketentuan Permenhub PM 185 Tahun 2015.

Lantas kelebihan berat otomatis akan dihadapkan dengan dua skenario, antara membeli jasa bagasi tercatat atau terpaksa meninggalkan barang bawaan di bandara.

Penumpang Indonesia kini semakin sadar akan hak konsumen. Tidak heran jika mereka lantas bertanya-tanya apakah ketentuan tersebut melanggar hukum.

Dalam perkembangannya, bisnis penerbangan mengklasifikasikan antara maskapai premium (full-service airline) dengan maskapai berbiaya murah (low-fare airline atau low-cost carrier).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Model bisnis pertama menawarkan segala macam fasilitas, mulai dari konsumsi pada penerbangan, hiburan di pesawat, hingga bagasi tercatat seberat 20 hingga 30 kilogram. Penumpang hadir tanpa pilihan. Entah membutuhkan atau tidak, semua fasilitas terbeli dalam selembar tiket.

Fenomena low-fare airline menawarkan sebaliknya. Penumpang dapat membeli hanya apa yang dibutuhkan. Jangan heran jika harga tiket jauh lebih murah seandainya penumpang tidak membeli fasilitas tambahan seperti bagasi tercatat.

Meminjam slogan dua maskapai yang menerapkan ketentuan bagasi berbayar - AirAsia dengan "Now Everyone Can Fly" dan "We Make People Fly" milik Lion Air, sudah terbukti kesempatan bagi kelas menengah ke bawah untuk terbang terwujud dari pemangkasan fasilitas yang tidak perlu.

Dengan skenario penumpang hanya membutuhkan satu tas ringan ukuran kabin, lantas otomatisasi pembelian bagasi tercatat mengakibatkan uang konsumen terbuang sia-sia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji | Ancaman Pemutusan Listrik Rumah Lukman Sardi

[POPULER MONEY] Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji | Ancaman Pemutusan Listrik Rumah Lukman Sardi

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

Rilis
Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Work Smart
Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

Rilis
Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Whats New
Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Whats New
OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

Whats New
Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Whats New
Sebelum Tahap SKD, Pelamar CPNS Bisa Ikuti Simulasi CAT BKN

Sebelum Tahap SKD, Pelamar CPNS Bisa Ikuti Simulasi CAT BKN

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Tradisi Medali Angkat Besi Indonesia | Cara Mudah Mendesain Presentasi | Bedah Serial Marvel 'Loki'

[POPULER DI KOMPASIANA] Tradisi Medali Angkat Besi Indonesia | Cara Mudah Mendesain Presentasi | Bedah Serial Marvel "Loki"

Rilis
Apa Itu Liabilitas: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Akuntansi

Apa Itu Liabilitas: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Akuntansi

Whats New
Apa Itu Profit: Pengertian, Jenis, dan Perhitungannya

Apa Itu Profit: Pengertian, Jenis, dan Perhitungannya

Whats New
Kemenperin Sediakan 500 Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19

Kemenperin Sediakan 500 Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19

Rilis
Gandeng Kadin, GoTo Bangun Rumah Oksigen Gotong Royong

Gandeng Kadin, GoTo Bangun Rumah Oksigen Gotong Royong

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X