Apartemen di Cengkareng Ini Pasang Instalasi Gas Alam Sistem Token

Kompas.com - 04/02/2019, 13:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Apartemen Sentraland di Cengkareng mengklaim sebagai apartemen pertama di Jakarta Barat yang menyediakan instalasi gas alam.

Dalam hal ini, pengelola bekerja sama dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk penyaluran gas dan alatnya. Pihak pengelola mendorong penghuninya menggunakan gas alam untuk memasak ketimbang mengisi ulang dan membawa tabung gas yang cukup berat ke unit mereka.

Bentuk instalasinya menyerupai meteran listrik yang biasa terpasang di rumah. Cara pengisiannya pun serupa, dengan menggunakan token.

Baca juga: Jaringan Gas Kota Pasuruan Bisa Dimanfaatkan 6.314 Rumah Tangga

 

Salah satu tenaga pemasar yang ditemui Kompas.com di Indonesia Property Expo, Chandra mengatakan, dari kotak meteran itu ada selang yang terhubung dengan kompor. Di selang bagian kompor pun terdapat klep untuk menyalakan dan mematikan aliran gas.

"Gas alam ini jatuhnya lebih hemat daripada gas tabung biasa," kata Chandra kepada Kompas.com di JCC Senayan, Jakarta, Senin (4/1/2019).

Chandra mengatakan, biasanya di rumah susun atau apartemen yang sebelumnya sudah menggunakan instalasi gas, biaya yang dikeluarkan rata-rata Rp 25.000-30.000 per bulan. Pembayaran dilakukan ke pengelola, sama seperti membayar PDAM.

"Selain murah, gas alam lebih aman daripada gas tabung," tambah Chandra.

Baca juga: Akhir Tahun, Warga Tarakan Dapat Nikmati Pasokan Gas dari Pemerintah

Untuk Tower Bunaken, harga yang ditawarkan mulai Rp 311,5 juta hingga Rp 247,8 juta untuk tipe studio. Luasnya sekitar 22 hingga 25 meter persegi. Dengan DP 10 persen, penghuni sudah bisa pegang kunci.

Sementara unit 1 kamar tidur dijual tiga jenis, yaitu standar, corner, dan teras. Harga tunai ditawarkan mulai Rp 466,5 juta hingga Rp l 583,9 juta.

Untuk unit 2 kamar tidur, jenis yang ditawarkan hanya model corner dan teras dengan harga Rp 672,2 juta hingga Rp 740,3 juta. Angsuran yang ditawarkan mulai Rp 3 jutaan.

Untuk awal tahun, pengembang memberikan promo Imlek 2019, yakni bebas biaya akad dan tanpa DP.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Strategi Melati Eks JKT 48 Kembangkan Bisnis Nasi Bakar Kuali Kuning

Strategi Melati Eks JKT 48 Kembangkan Bisnis Nasi Bakar Kuali Kuning

Smartpreneur
Upah PMI Sektor Domestik di Taiwan Naik Jadi Rp 9,9 Juta

Upah PMI Sektor Domestik di Taiwan Naik Jadi Rp 9,9 Juta

Whats New
Pemerintah Kantongi Rp 10,6 Triliun dari Lelang Sukuk Negara

Pemerintah Kantongi Rp 10,6 Triliun dari Lelang Sukuk Negara

Whats New
Daftar Limit Transfer BCA Lengkap

Daftar Limit Transfer BCA Lengkap

Spend Smart
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.870,5 per Dollar AS

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.870,5 per Dollar AS

Whats New
Dirut PLN Ungkap Adanya Potensi Krisis Pasokan Batu Bara

Dirut PLN Ungkap Adanya Potensi Krisis Pasokan Batu Bara

Whats New
BKN Sebut ASN RI Lebih dari 4,3 Juta, Tapi Jumlah Perempuan Jadi Pimpinan Masih Minim

BKN Sebut ASN RI Lebih dari 4,3 Juta, Tapi Jumlah Perempuan Jadi Pimpinan Masih Minim

Whats New
Turun 9,55 Persen, Laba Bersih Lippo Cikarang Rp 222,5 Miliar di Semester I-2022

Turun 9,55 Persen, Laba Bersih Lippo Cikarang Rp 222,5 Miliar di Semester I-2022

Rilis
Reli Berakhir, IHSG Ditutup di Zona Merah Hari Ini

Reli Berakhir, IHSG Ditutup di Zona Merah Hari Ini

Whats New
Bos Indofood Bantah Kabar soal Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Bos Indofood Bantah Kabar soal Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Whats New
OJK: Sampai Saat Ini Belum Ada Rencana untuk Normalisasi Jam Perdagangan Bursa

OJK: Sampai Saat Ini Belum Ada Rencana untuk Normalisasi Jam Perdagangan Bursa

Whats New
Mengenal Tugas CEO dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan

Mengenal Tugas CEO dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan

Whats New
Beda Pendapat dengan Mentan, Mendag Sebut Harga Mi Instan Tidak Akan Naik 3 Kali Lipat

Beda Pendapat dengan Mentan, Mendag Sebut Harga Mi Instan Tidak Akan Naik 3 Kali Lipat

Whats New
Inflasi Pangan Tembus 10 Persen, Gubernur BI: Harusnya Tidak Boleh Lebih dari 5-6 Persen

Inflasi Pangan Tembus 10 Persen, Gubernur BI: Harusnya Tidak Boleh Lebih dari 5-6 Persen

Whats New
Atasi Sampah Organik, Bank DBS Indonesia dan Kebun Kumara Hadirkan Layanan Kompos Kolektif

Atasi Sampah Organik, Bank DBS Indonesia dan Kebun Kumara Hadirkan Layanan Kompos Kolektif

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.