Ekspansi di Jabar dan Banten, Go-Jek Utamakan Ojek Pangkalan

Kompas.com - 15/02/2019, 10:00 WIB
Suasana ruangan di Kantor Go-Jek, Jakarta Selatan, Jumat (26/10/2018). MURTI ALI LINGGA/KOMPAS.comSuasana ruangan di Kantor Go-Jek, Jakarta Selatan, Jumat (26/10/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com – Pada kuartal I-2019, perusahaan penyedia aplikasi Go-Jek akan ekspansi bisnis ke tiga daerah di Jawa Barat dan Banten. Ketiga daerah tersebut yakni Banjar, Pangandaran, dan Lebak.

“Kuartal I ini kami akan full coverage. Buka di Banjar, Pangandaran, dan Lebak,” ujar Strategic Regional Head Go-Jek Jabar dan Banten, Becquini Akbar kepada Kompas.com di Bandung, belum lama ini.

Wildan menjelaskan, pihaknya tidak menargetkan jumlah mitra yang akan bergabung dengan Go-Jek di tiga wilayah tersebut. Sebab, Go-Jek harus menghitung supply dan demand daerah tersebut.

Baca juga: Benarkah Go-Jek Sudah Dikuasai Asing?

Pihaknya juga tidak membuka pendaftaran secara terbuka untuk menjadi mitra. Sebab Go-Jek mengutamakan ojek pangkalan.

“Kita tidak buka secara umum, kita dekati ojek pangkalan. Karena sejak awal didirikan, Go-Jek ini dibangun untuk meningkatkan derajat hidup ojek pangkalan,” tuturnya.

Karena itu, sampai sekarang Go-Jek masih melakukan sosialisasi dan proses pendaftaran mitra di tiga daerah tersebut. Ia tidak ingin terjadi konflik antara mitra dengan ojek pangkalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Go-Jek Dapat Tambahan Modal dari Google, JD.com, hingga Mitsubishi

Wildan menilai ada beberapa penyebab ojek pangkalan kontra terhadap ojek online. Pertama, ketidaksempurnaan informasi.

“Informasi yang sampai ke opang itu menurut “katanya”. Makanya setelah dijelaskan, yang awalnya kontra bisa menerima,” ucapnya.

“Adanya Go-Jek bukan untuk menyaingi opang tapi memberikan tambahan pendapatan. Bukan berarti opangnya stop, tapi rezekinya jadi dua karena bisa online,” tambahnya.

Hal lainnya lebih ke teknis. Misalnya, kelengkapan SIM, STNK, KTP, umur kendaraan minimal. Ketika berbicara itu, ada kemungkinan persyaratan yang belum lengkap.

Lalu, persoalan literasi smartphone, perlu disosialisasikan. Apalagi di kota kecil, smartphone belum tentu sampai jauh kesana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.