Sri Mulyani Kagumi Kemajuan Korsel yang Ekspor Pertamanya Kulit Tikus

Kompas.com - 28/02/2019, 06:20 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (29/1/2019)Dok Biro KLI Kemenkeu Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (29/1/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulynai Indrawati mengaku beberapa waktu lalu membaca buku mengenai bagaimana Korea Selatan berhasil membangkitkan kondisi perekonomiannya.

Sri Mulyani mengatakan, Korea Selatan memiliki latar belakang sejarah perekonomian yang tak berbeda jauh dengan Indonesia.

Sebelum mengalami krisis pada era 1998-1999 hingga akhirnya bangkit dan menjadi salah satu negara dengan inovasi teknologi semaju saat ini, Korea Selatan juga pernah menjadi negara miskin di era 1970-an.

Baca juga: Cerita Sri Mulyani Diminta Tak Lagi Kejar-Kejar Pengusaha...

"Saya seminggu dua minggu ini lagi baca buku bangkitnya Korsel. Sebenarnya nasib Indonesia sama dengan Korsel, sama-sama kena krisis 1998-2008. Dia juga sama pernah menjadi negara miskin pada 1970-an-1980-an. Ekspor pertama Korsel itu kulit tikus," ungkap Sri Mulyani dalam acara peresmian National Export Dashboard di kantor Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Dia pun berkelakar, jika seseorang memakai jaket kulit di tahun 1970-an, orang tersebut tengah menggunakan jaket yang diproduksi dari kulit tikus.

"Itu started from that very low. Saya jadi punya pikiran dia buat perlomabaan ekspor tiap daerah. Sehingga para bupati gubernur berlomba-lomba untuk ekspornya," ujar Sri Mulyani.

Baca juga: Sri Mulyani: Jangan Ngeluh Lagi ke Pak Jokowi, Janji Ya...

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun menceritakan, bagaimana Korea Selatan akhirnya berhasil meningkatkan nilai ekspor mereka yang tadinya hanya 125 juta dollar AS di tahun-tahun pertamanya melakukan ekspor hingga akhirnya bisa mencapai 10 miliar dollar AS hanya dalam waktu 7 tahun.

Menurut dia, sebuah negara penting untuk memiliki tolak ukur atau benchmark pola ekspor dari negara-negara yang sudah maju. Sebab, hal tersebutlah yang membuat Korea Selatan maju seperti saat ini.

"They learn from negara yang sudah maju, mereka buat benchmark cuma dua negara, Jerman dan Jepang," ujar Sri Mulyani.

Baca juga: Sri Mulyani Sebut Investor Buru Unicorn Indonesia karena Data...

"Mereka bangga bisa lebih cepat dari benchmarknya Jerman dan Jepang untuk meningkatkan ekspor hingga 10 miliar dollar AS. Jerman takes 15 years dan Jepang takes 10 years. Jadi kalau kita sekarang sudah di atas 100 miliar dollar AS, itu terus yang harus kita approach, kita harus fokus dengan cara yang jelas. Nggak usah nggrambyang ke mana-mana," ujar dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X