3 Alasan Mengapa Orang Membeli Barang-barang Mahal - Kompas.com

3 Alasan Mengapa Orang Membeli Barang-barang Mahal

Bernardin Mario P. N.
Kompas.com - 12/10/2017, 11:00 WIB
Merasakan sensasi menjajal headphone Sennheiser HE 1, Kamis (30/6/2016) di Marina Bay Sands, Singapura. Maverick Merasakan sensasi menjajal headphone Sennheiser HE 1, Kamis (30/6/2016) di Marina Bay Sands, Singapura.

KOMPAS.com – Jika Anda mempunyai uang sebanyak 135 juta rupiah, apakah Anda berani menghabiskannya untuk sepasang headphone dengan harga ratusan juta seperti merk headphone Sennheiser Orpheus atau Onkyo Diamond, yang dapat menghabiskan ratusan juta rupiah.

Tapi apakah kualitas suara yang dihasilkan dari headphone ratusan juta benar-benar 10 kali lebih baik daripada sepasang headphone yang memiiki harga jutaan bahkan belasan juta?

Nyatanya, barang-barang mahal ini memang dianggap masyarakat memiliki kualitas yang tinggi, ekslusif, dan menawarkan fasilitas atau fitur-fitur yang lebih.

(Baca: Para Bos, Ini Cara Terbaik Memperlakukan Karyawan Milenial)

Tapi apakah membeli barang-barang degan harga yang mahal ini baik untuk hidup Anda? Mengapa banyak orang rela mengeluarkan uang lebih untuk membeli barang-barang ini?

Berikut tiga hal yang menjadi alasan mengapa orang membeli barang-barang dengan harga mahal.

1. Mencari pengalaman luar biasa

Jika Anda ingin pergi makan, dan Anda diminta untuk memilih rumah makan antara tempat makan pinggir jalan hingga restoran bintang lima, tentu anda akan memilih restoran bintang lima.

Bisa jadi anda memilih rumah makan cepat saji yang bisa dikatakan berada di tengah-tengah kedua pilihan tadi.

Bila pilihan Anda jatuh ke restoran bintang lima, pasti karena anda ingin merasakan santapan yang lezat ala restoran bintang lima.

Mengutip dari BBC, psikolog sekaligus profesir bisnis dan administrasi Harvard, Michael Norton, mengatakan bahwa logika ini juga sama bila digunakan bila andan menanyakan mengapa orang membeli barang yang mahal.

“Ada kepuasan tersendiri ketika Anda pergi mencari pengalaman berkualitas," ujar Norton. 

Jadi sangat mungkin jika satu botol whiskey seharga Rp 135 juta (10.000 dollar AS) dua kali lebih bagus daripada whiskey seharga Rp 60 juta (5.000 dollar AS) karena ia menawarkan pengalaman yang luar biasa.

Seorang pembalap amatir, pengusaha, sekaligus kolektor Ferrari, Joshua Cartu, mengatakan bahwa membeli mobil mewah bukan mesalah ia menyukainya, tapi karena ia mendapat akses untuk datang ke acara-acara spesial dan membangun hubungan sosial yang eksklusif.

2. Tanda kesuksesan

Beberapa orang mengeluarkan banyak uang karena ingin menunjukkan bahwa mereka sukses.

“Anda mungkin ingin menunjukkan ke semua orang bahwa kamu telah mencapai apa yang kamu inginkan,” ujar Cartu dikutip dari BBC.

Baginya dirinya hal ini menjadi hal yang penting karena ia memulainya dari nol. Dan itulah yang membuat dirinya ingin menunjukkan kepada orang lain.

Menurut teori ekonomi, permintaan yang semakin tinggi terhadap suatu barang terjadi karena turunnya harga barang.

Sedangkan yang terjadi sekarang berbeda. Konsep veblen good lebih diminati banyak orang, di mana meningkatnya harga barang karena sifatnya yang eksklusif dan diinginkan banyak orang membuat permintaan meningkat.

3. Kesenangan

Alasan yang simpel mengapa orang membeli barang-barang dengan harga mahal, adalah untuk kesenangan.

Beberapa orang membeli barang-barang mewah dengan harga mewah karena telah menjadi kesenangan tersendiri baginya.

Mengutip dari BBC, Norton mengatakan bahwa barang-barang tersebut sebenarnya tidak menambah tingkat kebahagiaan Anda dalam jangka waktu yang lama.

“Sebagian besar dari kita sebenarnya bisa memaksimalkan barang-barang yang sudah kita miliki untuk membahagiakan diri kita,” ujar Norton

Sebagai gantinya, dia menyarankan Anda mengeluarkan uang untuk hal-hal yang penting dan berguna bagi diri Anda serta sesuatu yang menambah pengalaman Anda. Bisa juga untuk melakukan hal-hal yang baik bagi orang lain.

“Membagikannya kepada orang lain yang lebih membutuhkan mungkin lebih menambah tingkat kebahagiaan kita seumur hidup,” tambahnya.

PenulisBernardin Mario P. N.
EditorAprillia Ika
SumberBBC.com

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM