Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Disarankan Tak Terburu-buru Bentuk "Holding" BUMN

Kompas.com - 19/10/2017, 20:32 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian BUMN disarankan untuk tidak terburu-buru membentuk induk perusahaan atau holding BUMN.

Ekonom Rofikoh Rokhim menyarankan agar Kementerian BUMN yang dipimpin Rini Soemarno tersebut terlebih dulu memperbaiki kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah.

“Ada 118 BUMN di Indonesia dengan sekitar 600 anak usaha. Itu semua punya masalahnya sendiri-sendiri, tidak bisa selesai hanya dengan membentuk holding per sektor," kata Rofikoh, dalam seminar "Penyelamatan Pengelolaan BUMN Indonesia, di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (19/10/2017).

Kementerian BUMN, lanjut dia, seharusnya dapat meneliti satu per satu perusahaan BUMN. Mulai dari identifikasi kegiatan usaha, keterlibatan pemerintah, dan sifat dari masing-masing BUMN. Kemudian barulah diputuskan mekanisme holdingnya.

Hanya saja, dia memastikan, pembentukan holding tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Dia mencontohkan holding semen yang dibentuk sekitar 9 tahun.

"(Pembentukan holding BUMN) tidak bisa cepat karena sarat kepentingan politik juga," kata Rofikoh.

Komisaris Independen Bank Rakyat Indonesia ini mengungkapkan pentingnya pemetaan kondisi BUMN dan anak-anak usahanya. Nantinya dapat diketahui perusahaan BUMN mana yang cocok terbentuk sebagai fungsional holding, operasional holding, strategic holding, serta investment holding.

"Kalau semua sesuai tujuannya, menurut saya, realisasi holding ini bisa berjalan lancar. Kemudian kalau satu persatu BUMN dapat dibenahi, kita bisa jaya di negeri sendiri," kata Rofikoh.

Menteri BUMN Rini Soemarno sebelumnya memastikan persiapan teknis pembentukan holding oleh Kementerian BUMN sudah mencapai tahap final. Ia menargetkan dua holding BUMN yang bergerak di sektor migas dan tambang akan terbentuk di kuartal IV 2017.

Selanjutnya pada 2018, Rini juga memastikan ada empat holding BUMN terbentuk yaitu perbankan, konstruksi, jalan tol, dan perumahan. Menurut Rini, hal yang menyebabkan pembentukan holding membutuhkan waktu lama adalah menyamakan pemikiran dan persepsi di antara perusahaan BUMN.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+