Debenhams Tutup Menambah Jumlah Gerai Ritel yang "Gugur", Ini 5 Berita Populer Ekonomi

Kompas.com - 27/10/2017, 07:30 WIB
Pengunjung memadati gerai Debenhams di mal Senayan City, Jakarta Pusat, Sabtu (21/6). Pengunjung berburu potongan harga yang khusus diberikan pengelola mal pada Jakarta Midnight Sale selama dua hari dalam menyambut HUT DKI Jakarta ke 487. Kompas/Lucky Pransiska (UKI) Kompas/Lucky Pransiska (UKI) Pengunjung memadati gerai Debenhams di mal Senayan City, Jakarta Pusat, Sabtu (21/6). Pengunjung berburu potongan harga yang khusus diberikan pengelola mal pada Jakarta Midnight Sale selama dua hari dalam menyambut HUT DKI Jakarta ke 487. Kompas/Lucky Pransiska (UKI)
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah peritel besar menutup gerai-gerainya yang dinilai kurang berkembang. Masih hangat ingatan penutupan gerai Matahari, Ramayana, kemudian Lotus di Thamrin dan kemudian akan menyusul yakni penutupan gerai Debenhams di akhir tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan pemerintah tidak akan tinggal diam melihat gerai-gerai ritel berjatuhan. Sri Mulyani berjanji akan mencari tahu penyebab di balik tutupnya gerai Lotus Thamrin.

Menurut Sri Mulyani, alasan ritel modern menutup gerainya bisa saja disebabkan oleh rencana transformasi ke online. Hal itu menyusul perkembangan ekonomi digital.

Pemerintah, tutur Sri Mulyani, menilai sektor ritel sebagai salah satu sektor yang penting bagi ekonomi. Sebab sektor tersebut berhubungan langsung dengan kebutuhan konsumsi masyarakat.

(Baca: Menkeu Telisik Penyebab Tutupnya Gerai Ritel Modern Lotus)

Meski banyak gerai ritel berguguran, Gubernur Bank Indonesia ( BI) Agus Martowardojo justru mengungkapkan, angka penjulan ritel mengalami kenaikan sebesar 5 persen hingga kuartal III 2017. Hal itu sekaligus membantah anjloknya penjulan ritel.

BI juga membantah anjloknya penjualan ritel disebabkan menurunnya daya beli atau isu perlambatan ekonomi. Sebab dari data BI, justru pembelian mobil dan rumah malah membaik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal senada juga dikatakan oleh Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Kartika Wirjoatmojo. Menurut dia, gerai ritel berguguran karena persaingan industri ritel memang terus berlangsung ketat, ditambah dengan banyaknya pemain atau pelaku usaha yang bersaing pada sektor ritel di Indonesia.

(Baca: Dirut Bank Mandiri: Gerai Ritel Berguguran Bukan akibat Pelemahan Daya Beli)

Di sisi lain, bos Tokopedia, William Tanuwijaya membantah jika gerai ritel berjatuhan gara-gara naiknya platform e-commerce.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.