Daftar Lengkap 21 Investasi Ilegal, Kampung Gajah Pailit, 5 Berita Populer Ekonomi - Kompas.com

Daftar Lengkap 21 Investasi Ilegal, Kampung Gajah Pailit, 5 Berita Populer Ekonomi

Kompas.com - 15/12/2017, 08:24 WIB
IlustrasiTHINKSTOCK Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Persoalan investasi ilegal dan cerita dari para korban terus menghiasi media di tanah air selang beberapa tahun terakhir.

Naiknya perekonomian dan kesadaran masyarakat untuk berinvestasi tidak disadari dengan pengetahuan investasi yang mumpuni. Akibatnya, banyak tercecer korban penipuan berkedok investasi.

Biasanya, investasi ilegal dan semacamnya ini menawarkan imbal hasil tinggi di luar batas kewajaran.

Yang kemudian menjadi bahan pemikiran adalah bahwa kebanyakan korban investasi ilegal adalah mereka yang berpendidikan.

Kasus investasi ilegal juga susah diungkap karena korban enggan melapor, kemungkinan karena faktor malu. Selain itu, apabila melapor, tidak ada jaminan uang mereka akan kembali.

Alasan lain adalah ada kekhawatiran teror atau ancaman setelah korban melapor.

Selain kasus investasi ilegal, kasus pailitnya wahana wisata Kampung Gajah juga jadi sorotan. Pasalnya, pengelola wisata Kampung Gajah, PT CAS, tidak mampu melunasi utangnya.

Berikut lima berita populer di kanal ekonomi Kompas.com pada Kamis (14/12/2017) yang bisa Anda simak kembali pagi ini.

1. OJK Ungkap 21 Investasi Ilegal, Ini Daftarnya

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing mengatakan, ke-21 entitas tersebut tidak memiliki izin usaha penawaran produk atau investasi sehingga berpotensi merugikan masyarakat. Sebab, imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal.

"Satgas Waspada Investasi meminta kepada masyarakat selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima," ujar Tongam melalui keterangan resmi, Kamis (14/12/2017).

Baca juga : OJK Ungkap 21 Investasi Ilegal, Ini Daftarnya

2. Ini Karakter Pekerjaan yang Terancam Hilang akibat Tergerus Teknologi

Organisasi Perburuhan Internasional ( ILO) menemukan pekerjaan dengan katakteristik tertentu akan hilang di masa mendatang sebagai dampak dari perkembangan teknologi. Karakteristik tersebut adalah pekerjaan yang bersifat rutin.

" Pekerjaan yang rutin, manual, dan kognitif itu beresiko hilang digantikan dengan fungsi yang sama dari teknologi," kata ekonom ILO Owais Parray dalam acara Indonesia Jobs Outlook 2017 di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2017).

Baca juga : Ini Karakter Pekerjaan yang Terancam Hilang akibat Tergerus Teknologi

Taman Wisata Kampung Gajah BandungKontan/Dok Kampung Gajah Taman Wisata Kampung Gajah Bandung
3. Kampung Gajah Bandung Dinyatakan Pailit

Taman rekreasi yang terletak di Bandung, Jawa Barat, Kampung Gajah dinyatakan pailit.

Hal itu menyusul putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang mengabulkan permohonan pembatalan perdamaian yang diajukan Bank J Trust terhadap perusahaan pengelola taman wisata yang dibuka sejak 2009 itu, PT Cahaya Adiputra Sentosa (CAS).

Baca juga : Kampung Gajah Bandung Dinyatakan Pailit

4. Bitcoin Untungkan Korea Utara, Mengapa?

Para ahli dan otoritas menyatakan Korea Utara menggunakan bitcoin sebagai moda pembayaran uang tebusan dan tindak penyalahgunaan keuangan, termasuk pencurian.

"Adalah fakta bahwa Korea Utara telah menyerang pusat perdagangan mata uang virtual," kata Direktur Lembaga Keamanan Internet Korea Selatan Lee Dong-geun, seperti dikutip dari CNN Money, Kamis (14/12/2017).

Baca juga : Bitcoin Untungkan Korea Utara, Mengapa?

5. Menyimak Perkembangan "Online to Offline" di Mal

Sejumlah pelaku usaha kini sudah mulai gencar menerapkan konsep online to offline (O2O) di pusat-pusat perbelanjaan.

Perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen membuat pelaku usaha, terutama di mal, harus menyesuaikan diri, salah satunya dengan mengolaborasikan kedua konsep tersebut sebagai langkah win-win solution.


EditorAprillia Ika
Close Ads X