Firdaus Putra, HC
Komite Eksekutif ICCI

Ketua Komite Eksekutif Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI), Sekretaris Umum Asosiasi Neo Koperasi Indonesia (ANKI) dan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)

Anak Muda, Koperasi, dan The Abundance Era

Kompas.com - 06/03/2018, 22:12 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Indonesia tengah berubah, kalimat itu muncul di banyak seminar. Orang bilang kita memasuki zaman disrupsi.

Pelaku-pelaku bisnis mapan terdisrupsi oleh para pelaku baru. Mulai dari layanan transportasi, agen travel, mall sampai hotel. Disrupsi memang erat kaitannya dengan teknologi, salah satunya. Namun itu hanya gejala. Justru sebabnya karena kita tengah memasuki the era of abundance, sebuah era keberlimpahan.

Bentuk-bentuk ekonomi baru seperti ekonomi digital, ekonomi kreatif, esteem economy, sharing economy, collaborative economy menemukan momen lahirnya.

Apa yang harusnya berbayar, dapat kita nikmati secara freemium, sebutlah e-mail yang menyediakan 30 Gigabyte per akunnya.

Semua media sosial juga cuma-cuma. Banyak tutorial berbagai bidang dapat kita akses gratis di Youtube. Berbagai informasi juga viral di grup-grup Whatsapp. Masyarakat sedang berlimpah ruah.

Bagi yang kreatif dan memiliki talen bisnis, kelimpahruahan itu menjadi ladang bisnis. Sebutlah bisnis online yang membuat penjual dan pembeli sama-sama termanjakan.

Belum lagi peluang menjadi dropship dengan hanya bermodalkan akun media sosial. Nyaris gratis.

Tak hanya nongkrong dan ngopi, sebagian berkreasi lewat working space. Di ruang itu kolaborasi antar pihak dibangun. Tak sedikit start up lahir dari sana.

Ide dibagi dan diinkubasi, mereka saling coaching dan menyemangati satu sama lain. Modal tak lagi jadi kendala.

Venture Capital bejibun menawarkan investasi. Atau mereka pasang gagasannya di peer to peer platform, sebutlah KitaBisa.com.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.