Tiap Tahun, Go-Jek Sumbang Rp 9,9 Triliun ke Perekonomian Indonesia - Kompas.com

Tiap Tahun, Go-Jek Sumbang Rp 9,9 Triliun ke Perekonomian Indonesia

Kompas.com - 22/03/2018, 13:26 WIB
Konferensi pers hasil riset Dampak Go-Jek terhadap Perekonomian Indonesia di Jakarta, Kamis (22/3/2018).KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Konferensi pers hasil riset Dampak Go-Jek terhadap Perekonomian Indonesia di Jakarta, Kamis (22/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan penyedia aplikasi layanan on-demand Go-Jek disebut berkontribusi sebesar Rp 9,9 triliun per tahun kepada perekonomian Indonesia.

Hal ini berdasarkan riset terbaru yang dilakukan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI).

Rinciannya adalah, sebesar Rp 8,2 triliun per tahun disumbang oleh Go-Jek terhadap perekonomian Indonesia melalui penghasilan mitra pengemudi. Adapun sebesar Rp 1,7 triliun per tahun disumbang melalui penghasilan mitra UMKM.

"Diperkirakan terdapat tambahan Rp 682,6 miliar per bulan yang masuk ke ekonomi nasional semenjak mitra pengemudi bergabung dengan Go-Jek," kata Paksi CK Walandauw SE MSc, peneliti Lembaga Demografi FEB UI dalam konferensi pers hasil survei bertajuk Dampak Go-Jek Terhadap Perekonomian Indonesia di Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Baca juga : Dikabarkan Akan Diakuisisi Go-Jek, Ini Tanggapan Taksi Express

Sementara itu, hasil riset tersebut juga menunjukkan bahwa diperkirakan ada tambahan Rp 138,6 miliar per bulan yang masuk ke perekonomian Indonesia semenjak mitra UMKM bergabung dengan Go-Food.

Riset tersebut dilakukan terhadap 806 mitra UMKM Go-Jek yang memberikan layanan Go-Food.

Survei tersebut pun menemukan bahwa 80 persen konsumen menyatakan Go-Jek telah memberikan dampak yang agak baik sampai dengan sangat baik bagi masyarakat secara umum.

Pun jika Go-Jek berhenti beroperasi, sebanyak 78 persen konsumen menyatakan pemberhentian tersebut akan memberi dampak agak buruk sampai dengan sangat buruk bagi masyarakat.

Baca juga : Go-Jek Minta Pengguna Waspadai Penipuan

Survei tersebut dilakukan terhadap lebih dari 7.500 responden selama periode Oktober-Desember 2017. Responden terdiri atas 3.315 pengemudi Go-Jek, 3.456 konsumen, dan 806 mitra UMKM.

"Responden merupakan mitra dan konsumen yang aktif dalam 1 bulan terakhir," sebut Paksi.

Sampel mewakili populasi mitra pengemudi, mitra UMKM, dan konsumen di 9 wilayah di Indonesia. Wilayah tersebut antara lain Jabodetabek, Bandung, Bali, Balikpapan, Yogyakarta, Makassar, Medan, Palembang, dan Surabaya.

Kompas TV PT. Astra International TBK ikut dalam deretan investor raksasa yang menyuntikkan dananya di perusahaan rintisan Go-Jek.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:


Close Ads X