Margin Bunga Bersih Tertekan, Perbankan Incar Pendapatan Non Bunga

Kompas.com - 29/10/2018, 08:38 WIB
Ilustrasi bank Thinkstockphotos.comIlustrasi bank

Sebelumnya Senior Economist Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero mengingatkan bahwa turunnya pertumbuhan NIM masih akan menjadi tantangan di industri perbankan Indonesia. Meski hingga saat ini, NIM di Indonesia masih yang tertinggi di dunia.

"Karena NIM Indonesia 5,5 persen sementara Filipina 3 persen, dan Singapura 1,8 persen jadi kalau ini pasar terbuka 2020 maka derajat penyusutan NIM semakin besar di negara,” tutur Poltak.

Tingkatkan Fee Based Income

Suprajarto mengatakan, hingga kuartal IV NIM BRI masih akan turun. Sehingga, dirinya mulai menggeser sumber laba tidak lagi melalui marjin bunga bersih, tetapi dari pendapatan non bunga (fee based income/FBI). Adapun BRI tahun ini menargetkan pendapatan non bunga sebesar Rp 11,8 triliun, dan hingga September 2018 telah terealisasi Rp 8,5 triliun.

"Jadi memang justru yang kita dorong nanti bukan interest margin lagi, tapi fee base nanti, Makannya kita akan bikin platform-platform yang terkait dengan fee base, yang akan kita dorong terus," ujar dia.

Sementara BTN pun mengakui hal serupa. Saat ini, Maryono menargetkan pendapatan non bunga dapat tumbuh 18 hingga 19 persen pada semester II 2018. Selain itu, dirinya juga akan menghimpun dana murah (CASA), giro, serta tabungan. NIM juga akan didorong dengan mencari pendapatan bunga non promo, pendapatan kredit non subsidi, juga meningkatkan kredit komersiil sebesar 0,25 persen.

Pasalnya, sebagai bank dengan bisnis utama berasal dari penyaluran KPR, BTN tidak bisa menaikkan bunga KPR secara serta merta.

"Pendapatan bunga kita punya portofolio 85 persen dari KPR subsidi. Kapanpun bunganya tidak akan dinaikan karena itu adalah program pemerintah," sebut Maryono.

Sementara Kartika mengatakan, saat ini Mandiri menargetkan fee based income dapat tumbuh 11 hingga 12 persen hingga akhir tahun. Sementara, kontribusi FBI terhadap keseluruhan pendapatan Mandiri saat ini sebesar 30,5 persen.

"Kita fee based sudah tinggi, 30,5 persen dan yang penting bisa tumbuh di atas 10 persen, 11 persen atau 12 persen lah," ujar Kartika.

Mandiri sendiri dalam kinerja keuangan kuartal III mencatatkan FBI sebesar Rp 18,75 triliun. Angka tersebut tumbuh 11,4 persen year on year (yoy) dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 16,84 triliun. Pencapaian ini didorong oleh transaksi valuta asing (valas) juga bisnis provisi dan komisi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada GoTo, Bagaimana Nasib OVO di Tokopedia?

Ada GoTo, Bagaimana Nasib OVO di Tokopedia?

Whats New
Kekhawatiran Lonjakan Kasus Covid-19 Bayangi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kekhawatiran Lonjakan Kasus Covid-19 Bayangi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Harga Emas Melonjak 29,5 Dollar AS, Ini Sebabnya

Harga Emas Melonjak 29,5 Dollar AS, Ini Sebabnya

Whats New
Simak Persyaratan Penumpang Lion Air Pasca Larangan Mudik

Simak Persyaratan Penumpang Lion Air Pasca Larangan Mudik

Whats New
Simak, Ini Daftar Lengkap Formasi Terbanyak CPNS 2021

Simak, Ini Daftar Lengkap Formasi Terbanyak CPNS 2021

Whats New
Masyarakat Laporkan 134 ASN Nekat Mudik, Ini Respons Menteri Tjahjo

Masyarakat Laporkan 134 ASN Nekat Mudik, Ini Respons Menteri Tjahjo

Whats New
[POPULER MONEY] 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan | Bagaimana Sebenarnya Sistem COD di Olshop

[POPULER MONEY] 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan | Bagaimana Sebenarnya Sistem COD di Olshop

Whats New
Penarikan Uang di Jabodetabek Selama Lebaran Capai Rp 34,8 Triliun

Penarikan Uang di Jabodetabek Selama Lebaran Capai Rp 34,8 Triliun

Whats New
Larangan Mudik Berakhir, Simak Syarat Keluar Kota Terbaru

Larangan Mudik Berakhir, Simak Syarat Keluar Kota Terbaru

Whats New
[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | 'Traveling' Hemat ke Jerman Selama Corona

[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | "Traveling" Hemat ke Jerman Selama Corona

Rilis
Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Whats New
Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Rilis
Mahalnya Iron Dome, Teknologi Israel Penghalau Roket Hamas

Mahalnya Iron Dome, Teknologi Israel Penghalau Roket Hamas

Whats New
Menaker Ida Harap Bulan Syawal Jadi Spirit Baru untuk Tingkatkan Kinerja Para Pegawai

Menaker Ida Harap Bulan Syawal Jadi Spirit Baru untuk Tingkatkan Kinerja Para Pegawai

Rilis
Antisipasi Kerugian Saat Gagal Panen, Mentan Minta Petani Ikut AUTP

Antisipasi Kerugian Saat Gagal Panen, Mentan Minta Petani Ikut AUTP

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X