Satgas Waspada Investasi Imbau Kasus Fintech Ilegal Jadi Pelajaran

Kompas.com - 09/01/2019, 05:46 WIB
Ilustrasi Fintech thinkstockphotosIlustrasi Fintech

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi mengapresiasi pengungkapan kasus penyedia layanan teknologi keuangan ( fintech) peer to peer lending (P2P) ilegal yang melakukan pengancaman. Selain itu, peminjam juga dikirimi konten-konten pornografi.

Kasus ini dibongkar Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim setelah menerima laporan. Tindakan melanggar hukum itu diketahui dilakukan pekerja dari PT VCard Technology Indonesia dengan aplikasi VLoan.

Selama ini mereka meneror mitranya dengan beragam motif.

"Kami sampaikan apresiasi kepada Siber Bareskrim Polri dan ini adalah kasus pertama, suatu fintech (ilegal) melakukan tindakan penagihan tidak berizin," kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing dalam konferensi pers di Direktorat Siber Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Baca juga: Polri Ungkap Kasus Fintech Ilegal yang Lakukan Pengancaman

Menurutnya, terungkapnya kasus ini ke publik bisa dijadikan pelajaran oleh para penyedia fintech di Indonesia, khususnya yang telah memiliki izin. Begitu pula dengan yang ilegal, tindakan tegas ini akan memberikan efek jera atas segala perbuatannya.

"Kami juga mengimbau pelaku fintech lainnya untuk belajar dari pengalaman ini. Bahwa proses penegakan hukum sedang terjadi dan ini akan berlanjut kepada fintech ilegal yang melakukan penagihan-penagihan tak beretika," tuturnya.

Selain kepada penyelenggara fintech, Tongam juga mengimbau masyarakat untuk tidak segan melaporkan kepada kepolisian apabila menghadapi masalah, baik teror, pelecehan, maupun tindakan yang membahayakan jiwa yang dilakukan fintech. Ini diharapkan bisa menekan pelanggaran maupun pengungkapan kasus.

Baca juga: Upaya Memutus Mata Rantai Fintech Nakal

"Imbauan kami kepada masyarakat dalam melakukan pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi, gunakanlah fintech peer to peer lending yang terdaftar di OJK. Sehingga perlindungan kepada masyarakat dan konsumen bisa lebih dijamin," lanjutnya.

Tongam menjelaskan, VLoan merupakan salah satu dari ratusan fintech P2P lending ilegal di Indonesia. Keberadaannya tak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga semua kegiatannya tak berizin.

"Perlu kami sampaikan VLoan ini adalah fintech ilegal di Indonesia. Tidak terdaftar di OJK, ini termasuk (ke dalam) 404 fintech yang memang tidak terdaftar di OJK. Sehingga kegiatannya memang tidak mempunyai izin," ujarnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Whats New
Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Whats New
Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Whats New
KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

Whats New
Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

Whats New
Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Whats New
PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

Whats New
Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Whats New
Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Whats New
Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Whats New
LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani:  Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Sri Mulyani: Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Rilis
Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Rilis
BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X