Di Banyuwangi, Go-Jek Perkuat Armada Antar Obat ke Pasien

Kompas.com - 15/11/2017, 16:16 WIB
Konferensi Pers Kolaborasi GO-JEK dengan Pemkab Banyuwangi. Rabu (15/11/2017) di Jakarta KOMPAS.com/NURANDINI ALYA SAMKonferensi Pers Kolaborasi GO-JEK dengan Pemkab Banyuwangi. Rabu (15/11/2017) di Jakarta
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Go-Jek, perusahaan aplikasi transportasi, meneken kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi pada Rabu (15/11/2017). Kerja sama ini akan meliputi tiga sektor.

Yakni, kerja sama di sektor Kesehatan, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan transportasi.

Nadiem Makarim, CEO Go-Jek menjelaskan, untuk bidang kesehatan Go-Jek akan memperkuat armada pengantaran obat ke rumah pasien.

Untuk itu, Go-jek akan membangun shelter Go-Jek di RSUD Blambangan di Banyuwangi dengan nama program Gancang Aron (Gugus Antisipasi Cegah Antrian Panjang dengan Antar Obat Pasien).

Baca juga : Go-Jek dan Pemkab Banyuwangi Kerja Sama Tingkatkan Pelayanan Publik

Layanan Gancang Aron ini merupakan layanan yang dibentuk oleh RSUD Blambangan di Banyuwangi dan Pemkab Banyuwangi untuk mengantarkan obat langsung ke rumah warga yang sedang sakit.

Pemkab Banyuwangi akan memberikan subsidi biaya pengantaran obat bagi warga miskin.

Kerja sama Go-Jek dengan Pemkab Banyuwangi untuk antar obat ini akan berlangsung selama 1 tahun.

Untuk kerja sama Go-Jek dan Pemkab Banyuwangi di bidang UMKM Kuliner, kedua pihak akan menghelat “Pesta Kuliner Go-Food” yang akan dilaksanakan mulai 15 - 17 Desember 2017 mendatang. Ajang ini akan diikuti oleh 30-40 UMKM kuliner di Banyuwangi.

Untuk kerja sama di bidang transportasi, Go-Jek akan bekerja sama dengan taksi lokal untuk memperkuat armada Go_Car di Banyuwangi.

Hal ini menurut Nadiem akan memberikan kesempatan bagi taksi lokal untuk menambah order dan meningkatkan pendapatan.

"Kami berharap agar bisa melakukan kolaborasi yang sama dengan berbagai kota lain yang ada di Indonesia," pungkas Nadiem.

Kompas TV Sejumlah sopir angkutan umum meminta adanya pembatasan jumlah armada transportasi online.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Spend Smart
Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Spend Smart
Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Whats New
Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.