Diwawancara Rosi, Bos IMF Christine Lagarde Ungkap Alasannya Datang ke Indonesia

Kompas.com - 02/03/2018, 07:15 WIB
Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde (kiri) berbincang dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (atas, kanan) dalam kunjungan Lagarde di Cilincing, Jakarta, Rabu (28/2/2018). Lagarde menyambangi Jakarta untuk menghadiri konferensi internasional tingkat tinggi sekaligus persiapan untuk pertemuan tahunan IMF dan Kelompok Bank Dunia yang akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Oktober mendatang. AFP PHOTO/ADEK BERRYManaging Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde (kiri) berbincang dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (atas, kanan) dalam kunjungan Lagarde di Cilincing, Jakarta, Rabu (28/2/2018). Lagarde menyambangi Jakarta untuk menghadiri konferensi internasional tingkat tinggi sekaligus persiapan untuk pertemuan tahunan IMF dan Kelompok Bank Dunia yang akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Oktober mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional ( IMF) Christine Lagarde berada di Indonesia sejak beberapa hari lalu. Salah satu agendanya adalah memantau progres Indonesia dalam mempersiapkan pelaksanaan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018.

Dalam wawancaranya pada acara Rosi di KompasTV, Kamis (1/3/2018) malam), kepada Rosiana Silalahi, Lagarde mengatakan tujuan kedatangannya bukan hanya itu.

Ia ingin menyaksikan langsung kemajuan ekonomi yang telah dicapai Indonesia dalam dua dekade terakhir pascakrisis keuangan Asia tahun 1997 dan 1998.

Lagarde mengungkapkan, saat ini perekonomian Indonesia dalam kondisi yang sangat baik. Hal ini terbukti dari sejumlah indikator, baik moneter maupun fiskal.

Baca juga: Sri Mulyani: Kedatangan Bos IMF Bukan untuk Tawarkan Utang ke Indonesia

"Kami melihat implementasi kebijakan moneter dan fiskal yang bagus," kata Lagarde kepada Rosi.

Perempuan kelahiran Paris, 1 Januari 1956, ini pun meyakini Indonesia akan menjadi negara yang sangat besar dalam aspek ekonomi.

Saat ini saja, Indonesia sudah menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di kawasan, yakni di bawah China dan India.

Oleh karena itu, imbuh Lagarde, Indonesia pun pada masa mendatang akan menjadi pemain besar di kawasan dalam kancah perekonomian dunia. Ini didukung dengan basis perekonomian yang solid dan terus tumbuh.

Baca juga: Lagarde: Pikirkan tentang Indonesia Pintar...

"Indonesia akan menjadi pemain yang diperhitungkan di kawasan (Asia/Asia Tenggara). Indonesia memiliki populasi yang besar dan kaya akan sumber daya," ujar Lagarde.

Lagarde pun menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup tinggi, yakni di kisaran 5 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi dunia hanya mencapai kisaran 3 persen.

Kompas TV Presiden Joko Widodo mengajak blusukan bos Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde ke Pasar Tanah Abang dan Rumah Sakit Pusat Pertamina.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keukeuh Minta Kenaikan Upah, KSPI Bandingkan dengan Zaman Habibie

Keukeuh Minta Kenaikan Upah, KSPI Bandingkan dengan Zaman Habibie

Whats New
DPR: Kunjungan PM Jepang Harus Bisa Dimanfaatkan Pengusaha Nasional

DPR: Kunjungan PM Jepang Harus Bisa Dimanfaatkan Pengusaha Nasional

Whats New
PGN Pastikan Pengerjaan Pembangunan Pipa Rokan Selesai Tepat Waktu

PGN Pastikan Pengerjaan Pembangunan Pipa Rokan Selesai Tepat Waktu

Rilis
Jika Tak Ada Penemuan Baru, Minyak Bumi Indonesia Akan Habis dalam 9 Tahun

Jika Tak Ada Penemuan Baru, Minyak Bumi Indonesia Akan Habis dalam 9 Tahun

Whats New
Soal UU Cipta Kerja, KSPI: Mudah-mudahan DPR Tidak 'Kucing-kucingan' Lagi...

Soal UU Cipta Kerja, KSPI: Mudah-mudahan DPR Tidak "Kucing-kucingan" Lagi...

Whats New
Efisiensi Anggaran Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Capai Rp 2,1 Triliun

Efisiensi Anggaran Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Capai Rp 2,1 Triliun

Rilis
Pengetahuan Teknologi hingga Internet jadi Persoalan Digitalisasi UMKM

Pengetahuan Teknologi hingga Internet jadi Persoalan Digitalisasi UMKM

Whats New
Sri Mulyani Sebut Pemerintah Bakal Dukung Pembiayaan Startup, Ini Penjelasannya

Sri Mulyani Sebut Pemerintah Bakal Dukung Pembiayaan Startup, Ini Penjelasannya

Whats New
Ekonom: Sektor riil Paling Belum Siap Hadapi Digitalisasi

Ekonom: Sektor riil Paling Belum Siap Hadapi Digitalisasi

Whats New
Turun Signifikan dalam Beberapa Pekan, Saham IKAN Masuk Pengawasan Bursa

Turun Signifikan dalam Beberapa Pekan, Saham IKAN Masuk Pengawasan Bursa

Rilis
BI: Sistem Pembayaran Digital Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi

BI: Sistem Pembayaran Digital Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi

Whats New
Penjualan Emas Antam Melonjak 147 Persen pada Kuartal III-2020

Penjualan Emas Antam Melonjak 147 Persen pada Kuartal III-2020

Whats New
Sri Mulyani Soroti Ketimpangan Digitalisasi di Indonesia

Sri Mulyani Soroti Ketimpangan Digitalisasi di Indonesia

Whats New
Pansus KBN Tinjau Pelabuhan Marunda, KCN: Menunggu Rekomendasi Terbaik

Pansus KBN Tinjau Pelabuhan Marunda, KCN: Menunggu Rekomendasi Terbaik

Whats New
Ekonomi RI Bisa Pulih Cepat Dibandingkan Singapura dan AS, Mengapa?

Ekonomi RI Bisa Pulih Cepat Dibandingkan Singapura dan AS, Mengapa?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X